Hari Ini Film I'M STAR Ditonton 900 Penyandang Disabilitas

Memperingati hari disabilitas internasional, 3 Desember, Pemerintah Kota Jakarta Utara bersama 900 penyandang disabilitas nonton bareng film I'M STAR

Hari Ini Film I'M STAR Ditonton 900 Penyandang Disabilitas
damiendematra.com
Adegan di Film IM STAR mengambil cerita berdasarkan kisah nyata perjuangan remaja berkebutuhan khusus untuk diterima dalam masyarakat dan dapat bersekolah di sekolah biasa. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Memperingati hari disabilitas internasional, 3 Desember, Pemerintah Kota Jakarta Utara bersama 900 penyandang disabilitas nonton bareng (nobar) film layar lebar I'M STAR besutan sutradara Damien Dematra di Blitzmegaplex Mall of Indonesia, Jakarta.

Nobar ini merupakan inisiatif Suku Dinas (Sudin) Sosial Jakarta Utara bekerjasama dengan Yayasan Peduli Austisme I'M STAR yang terdiri dari para orangtua remaja berkebutuhan khusus, dan didukung oleh Damien Dematra Production.

Kepala Sudin Sosial Jakarta Utara Ika Lestari Aji, menyatakan keyakinannya pada film ini untuk menunjukkan bahwa para penyandang disabilitas dapat memotivasi para penyandang disabilitas.

 "Lewat film itu (I'M STAR) kami ingin perlihatkan kesempatan sukses penyandang disabilitas sama besarnya dengan orang-orang normal," ujarnya yakin. Ia membeberkan bahwa totla seluruh hadirin berjumlah 1.200 orang, yang terdiri dari 900 penyandang disabilitas yang terdiri atas 480 siswa Sekolah Luar Biasa (SLB), 160 siswa sekolah inklusi, 50 tuna rungu, 50 tuna netra, 60 tuna daksa, dan 100 penyandang autisme. Mereka didampingi oleh 100 pendamping dan 200 aparat pemerintah. Selain menjadi bentuk penghargaan Pemkot Jakarta Utara terhadap para penyandang disabilitas, kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan UU Nomor 4 tahun 1997 tentang Penyandang Disabilitas serta Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Penyandang Disabilitas.

Asisten Gubernur DKI Jakarta, Bambang Sugiyono (yang mewakili Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang mendadak berhalangan hadir) dan Walikota Jakarta Utara, Tri Kurniadi, yang hadir dalam acara nobar ini memberikan apresiasi positif. Dalam sambutannya, Bambang Sugiyono menyatakan bahwa hal seperti ini hendaknya lebih sering dilakukan, dan bukan saja di tingkat ibukota, namun juga di pelosok-pelosok daerah.

Damien Dematra yang adalah sutradara sekaligus produser film sosial ini menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini. Apalagi hal ini sejalan dengan benang merah dalam film ini. I'M STAR mengambil cerita berdasarkan kisah nyata perjuangan remaja berkebutuhan khusus untuk diterima dalam masyarakat dan dapat bersekolah di sekolah biasa. Hal ini ditunjang regulasi pemerintah dalam Permendiknas No 70 Tahun 2009 tentang pendidikan inklusi yang mewajibkan setiap daerah memiliki sekolah inklusi, sekaligus mensukseskan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang standar nasional. Damien menyakini bahwa film merupakan sarana paling efektif untuk berkomunikasi dengan masyarakat luas, sekaligus melakukan edukasi sosial tanpa menggurui.

Selain diputar di bioskop-bioskop di Indonesia, sejak film ini siap tayang tahun 2012, kegiatan nobar I'M STAR telah dilakukan beberapa kali, di antaranya diputar di hadapan sekitar +/- 10.000 guru se-DKI Jakarta dari tingkat TK sampai dengan SMA pada Mei 2012 di Smesco Convention Hall, nobar bareng dengan Pemkot Bekasi, dan berbagai nobar bersama simpatisan masyarakat di berbagai kota di tanah air hingga ke Rote, NTT.

I'M STAR juga terpilih sebagai salah satu film yang diputar dalam APEC Unthinkable Film Festival tanggal 3-5 Oktober 2013 dan tayang bersama film-film lain dari negara-negara APEC.

Damien menambahkan bahwa para remaja penyandang autis mampu berprestasi tinggi, apalagi ditunjang kemauan kuat dan dukungan luar biasa dari lingkungan. Dalam film ini, ia memberi apresiasi yang sangat besar pada para orang tua remaja berkebutuhan khusus yang merupakan pendukung utama film ini (Abhy, Shinta, Arya, dan Ervitha). Para orang tua yang tergabung dalam Yayasan Peduli Autisme I'M STAR telah berjuang tanpa lelah untuk mendukung putra-putri mereka, sampai mereka sanggup membuktikan bahwa mereka pun dapat bermain film. Damien berharap sosialisasi yang terus dilakukan tentang keberadaan penyakit autisme ini dapat mempertebal rasa toleransi dan penerimaan dalam masyarakat tentang perbedaan.

I'M STAR sendiri telah mencetak belasan kemenangan di luar negeri, termasuk di antaranya terpilih sebagai Film Terbaik 2014 dari Colorado International Film Festival, USA.

Autisme merupakan gangguan perkembangan neurologis dengan ciri-ciri perkembangan gangguan komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku, yang biasa dialami sejak lahir atau sejak balita, dan disinyalir menghinggapi setidaknya 1 dari sekitar setiap 250 anak di dunia.

Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved