Heri Ray Memilih Tunda Promo Radio Single “Rahasia Hati” Di Jabar

Tembang Rahasia Hati bergenre pop, Heri Ray menuturkan, tercipta mengenai kisah percintaan dari pengalaman pribadinya yang harus pupus dengan kekasihn

Heri Ray Memilih Tunda Promo Radio Single “Rahasia Hati” Di Jabar
ist
Heri Ray 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Telah sebulan berjalan, terkait promotur untuk single Rahasia Hati, penyanyi pria bertubuh atletis harus mondar mandir ke beberapa radio. Adalah Heri Ray yang dimaksudkan dari soloist sekaligus pencipta lagu ini.

Tembang Rahasia Hati bergenre pop, Heri Ray menuturkan, tercipta mengenai kisah percintaan dari pengalaman pribadinya yang harus pupus dengan kekasihnya.

“Dari pada saya pendam yang malahan bisa menjadi penyakit hati. Lebih baik ditumpahkan menjadi lagu. Kedengaran agak cengeng, tapi sedikit mengobati dan plong ya?” kenang Heri yang baru promotur beberapa radio di Denpasar, Bali.

Meski perjalanan ke pulau Dewata, ia akui untuk urusan pekerjaan sebagai marketing dan pialang saham di sebuah perusahaan.

“Iya dari pada bolak-­balik, mending sekalian saya manfaatkan waktunya untuk sowan dengan MD (Music Director) radio disana,” ungkap Heri Ray yang tergabung dalam R8 Management.

Untuk lagu Rahasia Hati yang mencomot dari album perdana terbarunya bertitel Satu Masa Saat Sendiri berisikan sebanyak 10 lagu, padahal telah menjadwalkan kunjungan beberapa radio di Bandung, Tasikmalaya, dan Sumedang.

Namun demikian, Heri Ray memilih untuk menunda dengan alasan hatinya turut terpukul melihat penderitaan saudara-saudara kita di Garut yang sedang tertimpah musibah bencana alam banjir bandang.

“Kunjungan ke radio bisa kapan saja. Jadi weekend besok iya pulkam (pulang kampung) dan bukan untuk promotur. Iya sekalian mau ngajak anak motor di Bandung berbagi tali kasih buat saudara-saudara kita di Garut,” papar Heri yang hobi turing dengan motor trail berjenis supermoto ini.

Walau waktunya lebih banyak dihabiskan dan dibesarkan di kota Bandung, ia secara kebetulan kelahiran Garut, 8 Mei 1988, Heri Ray mengatakan, merasa terpukul jiwanya akibat dari bencana alam banjir yang memporak-porandakan tujuh kecamatan di Garut, yakni;  Samarang, Bayongbong, Garut Kota, Banyu Resmi, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, dan Karang Pawitan.

“Yuk kita jaga lingkungan dengan tidak merusaknya, karena kita tak akan mampu untuk menghindar kalau alam sudah marah. Belajar dari bencana Garut, jangan lagi ada Garut, Garut lainnya,” lirih Hery Ray.

Editor: Toni Bramantoro
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help