Home »

Seleb

Kasus First Travel

Berapa Harga Tas Hermes 'KW' Anniesa Hasibuan yang Dibeli Via Online dari Hongkong?

Miliki Harta Miliaran Rupiah, Bos First Travel Ternyata Hanya Beli Tas Hermes Palsu dari Hongkong

Berapa Harga Tas Hermes 'KW' Anniesa Hasibuan yang Dibeli Via Online dari Hongkong?
Instagram
Anniesa Hasibuan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri kembali melakukan pemeriksaan terhadap tiga bos First Travel, Andika Surachman, Anniesa Desvitasari Hasibuan, dan Siti Nuraida Hasibuan alias Kiki.

Dalam pemeriksaan kali penyidik memperlihatkan beberapa barang bukti yang disita dari ketiganya.

"Hari ini diperlihatkan barang bukti yang baru disita dikasih lihat, dikonfirmasi saja, tadi ini barang siapa-siapa itu saja," ujar kuasa hukum ketiga bos First Travel, Deshki MK, kepada wartawan.

Barang bukti yang diperlihatkan diantaranya STNK mobil, dokumen perusahaan, rumah status kepemilikian yang di Sentul, bukti transaksi keuangan, bukti percakapan, dan beberapa ATM atas nama Andika dan Anniesa.

Deshki membantah ada barang bukti baru yang disita oleh penyidik.

Dirinya mengungkapkan bahwa dalam pemeriksaan tersebut, penyidik juga mengkonfirmasi kepemilikan tiga perusahaan.

"Perusahaan ada tiga, ini milik siapa gitu, tapi masih satu kantor. Itu perusahaan baru mau dibikin tapi belum berjalan legalitasnya, tadi ditunjukin surat dokumennya," ungkap Deshki.

Dari seluruh barang bukti, Deshki mengungkapkan bahwa ada satu barang milik Anniesa yang ternyata tiruan atau palsu.

"Ada tas Hermes satu milik Anniesa, tapi itu KW katanya beli via online Hongkong di bawah Rp 5 juta, ada surat-suratnya, ya memang barang KW juga ada suratnya," jelas Deshki.

Seperti diketahui, Bareskrim Polri menggandeng PPATK untuk melacak aliran dana perusahaan First Travel.

Dari hasil analisis, sisa anggaran First Travel yang telah ditemukan oleh penyidik hanya bersisa sekitar Rp 1 miliar.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help