Home »

Seleb

»

Gosipi

Sophia Latjuba Ikut Kampanye Stop Perdagangan Daging Anjing, yang Dilakukan Banjir Simpati Netter

Apakah kamu pecinta Anjing? Tahukan kamu bahwa di Indonesia masih marak dilakukan perdagangan daging anjing?

Sophia Latjuba Ikut Kampanye Stop Perdagangan Daging Anjing, yang Dilakukan Banjir Simpati Netter
Istimewa
Sophia Latjuba 

TRIBUNNEWS.COM - Apakah kamu pecinta Anjing? Tahukan kamu bahwa di Indonesia masih marak dilakukan perdagangan daging anjing?

Sophia Latjuba baru saja membagikan sebuah video lewat akun instagramnya, Senin (6/11/2017).

Rupanya, video itu adalah salah satu usaha yang dilakukan Sophia untuk menghentikan perdagangan daging anjing di Indonesia.

Video itu diberinya caption panjang berikut ini,

"Dear animal lovers, please be warned, this video is very graphic.
The suffering of the dogs caught up in Indonesia’s dog meat trade is unimaginable... Every year, an estimated 1 million dogs are brutally captured and transported throughout the country, crammed into sacks and cages, their mouths bound shut so tightly they can hardly breathe.

They are taken on long, gruelling journeys to markets and slaughterhouses. For those who survive, they watch other dogs being brutally slaughtered while they wait their turn.

The trade is cruel and dangerous, and it must stop!

The Dog Meat-Free Indonesia Coalition is committed to ending the dog meat trade. But we need YOUR help!
Please sign and share the petition calling for an end to the cruel and dangerous dog meat trade in Indonesia: www.dogmeatfreeindonesia.org"

Caption tersebut secara garis besar memiliki arti seperti ini,

"Peringatan kepada para pecinta binatang yang akan menonton video ini.
Penderitaan anjing-anjing yang ditangkap untuk penjualan daging anjing di Indonesia sungguh tak bisa dibayangkan.
Setiap tahun, setidaknya 1 juta anjing ditangkap secara brutal dan dikirim ke seluruh wilayah,
Mereka dijejalkan secara paksa ke dalam akrung dan kandang, mulut mereka diikat begitu kuat, sampi mereka sulit bernapas.

Halaman
1234
Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help