Tanpa Kursi Roda, Waldjinah Hanya Mampu Berjalan 10 Menit

Waldjinah, kini harus beraktivitas menggunakan kursi roda. Sejak 2013 lalu, ia hanya sanggup berjalan tanpa kursi roda selama beberapa menit.

Tanpa Kursi Roda, Waldjinah Hanya Mampu Berjalan 10 Menit
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Penyanyi keroncong legendaris, Waldjinah saat mengisi acara sebuah alat musik, di Jakarta, Selasa (13/3/2018). Waldjinah yang sudah berusia 72 tahun tersebut dan sudah memakai kursi roda, masih terus berjuang agar musik keroncong lestari. Berbagai cara dan dukungan dilakukan Waldjinah, termasuk memantau bagaimana perkembangan dan regenerasi musisi keroncong. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurul Hanna

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi keroncong Waldjinah, kini harus beraktivitas menggunakan kursi roda. Sejak 2013 lalu, ia hanya sanggup berjalan tanpa kursi roda selama beberapa menit.

Ketika harus beraktivitas lebih lama dan bepergian, ia harus menggunakan kursi roda.

"Pakai kursi roda kalau berjalan jauh. Kalau dekat dekat di rumah sih endak," kata Ari, anak kandung Waldjinah ditemui
di acara peluncuran alat musik keyboard Yamaha di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018).

Saat menghadiri acara tersebut pula, anak keempat Waldjinah itu terlihat dengan hati-hati mendorong kursi rodanya.

Ari menyebut, Waljinah hanya sanggup berjalan sekira 5 hingga 10 menit tanpa bantuan kursi roda.

Sang ibunda sudah mendapat penanganan dari dokter spesialis sendi dan tulang.

Baca: Nyaris Terlindas Mobil, Cynthia Ramlan Rasakan Dadanya Sakit, Tak Bisa Bergerak Hingga Linu

"Harusnya di bagian tempurung (kaki) harusnya dioperasi tapi ibu takut, jadi cuma disuntik. Kalau kata orang istilahnya suntik oli," katanya.

Pada 2013 lalu, Waldjinah mengalami sakit gangguan pencernaan. Ia kesulitan mengonsumsi makanan.

Setiap kali makan, makanan tersebut dimuntahkan. Ibu 5 anak itu dapat mengonsumsi air putih dan susu.

Selama 9 bulan, ia hanya terbaring di ranjang.

Ari menduga ibunya mengalami penyempitan saraf di bagian kaki, yang membuat dirinya sulit berjalan.

"Saya kira ada penyempitan (saraf di bagian kaki), karena hampir 9 bulan ndak turun dari tempat tidur, tiduran saja," ungkapnya.

Penulis: Nurul Hanna
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help