Home »

Seleb

»

Musik

Royalti LMK KCI

Ratusan Pencipta Lagu Dari Berbagai Genre Terima Royalti LMK-KCI

Para pencipta lagu yang memberikan kuasa di Lembaga Manajemen Kolektif (LMK -KCI), mulai Senin 6 Agustus 2018 mendatangi kantor KCI

Ratusan Pencipta Lagu Dari Berbagai Genre Terima Royalti LMK-KCI
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Para pencipta lagu yang memberikan kuasa di Lembaga Manajemen Kolektif (LMK -KCI), mulai Senin 6 Agustus 2018 mendatangi kantor KCI di kawasan Duta Mas ITC Fatmawati, Jakarta Selatan atas undangan manajemen LMK-KCI untuk menerima royalti Hak Cipta (performing right). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fx Ismanto

TRIBUNNEWS.COM. JAKARTA - Para pencipta lagu yang memberikan kuasa di  Lembaga Manajemen Kolektif (LMK -KCI), mulai Senin 6 Agustus 2018 mendatangi kantor KCI di kawasan Duta Mas ITC Fatmawati, Jakarta Selatan atas undangan manajemen LMK-KCI untuk menerima royalti Hak Cipta (performing right).

Pada hari pertama pendistribusian royalti ini, tak kurang 125 orang pencipta lagu dari berbagai genre baik pop, jazz, dangdut, keroncong, lagu anak-anak, campur sari hingga  lagu daerah telah menerima royalti dari manajemen KCI.

Uang yang didistribusikan mulai tanggal 6 Agustus 2018 ini merupakan hasil dari pembayaran royalti pemakaian lagu  terhitung sejak Januari hingga Desember 2017 sebesar  Rp.4.660.776.000,- (Empat milyar enamratus enampuluh juta tujuh ratus tujuhpuluh enam ribu  rupiah).

Nominal sebesar itu merupakan gabungan dari royalti yang berhasil di kolek oleh Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) dan yang dikumpulkan langsung oleh LMK KCI.

“Tahun 2018 ini KCI mendistribusikan sekitar empat milyar lebih. Memang belum maksimal karena ada berbagai  kendala, dan itu yang masih terus dikejar baik oleh manajemen maupun pengurus KCI, terutama dari LMKN yang sampai saat ini belum bisa menyalurkan apa yang telah mereka kumpulkan dari para user kepada LMK-LMK. Jadi dari LMKN belum bisa turun semua”, jelas Tina Sopacua, General Manager LMK KCI di kantor LMK KCI, Jakarta Selatan, (6/8/2018).

Papa T Bob, saat menerima Royalty Hak Cipta di kantor LMK KCI.
Papa T Bob, saat menerima Royalty Hak Cipta di kantor LMK KCI. (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum LMK KCI Dharma Oratmangun menambahkan, tidak saja belum maksimal, pendistribusian tahun ini yang seharusnya di distribusikan bulan Juli, baru bisa terealisasi pada bulan Agustus.

“Kendalanya karena dana yang dikumpulkan dari para user oleh LMKN sampai saat ini belum turun. Jadi yang kita distribusikan ini adalah penerimaan tahun lalu. Kemudian kami jelaskan pula dana yang dikumpulkan LMKN sepanjang 2018 ini kalau nggak salah ada sekitar enam belas atau delapan belas miliar rupiah yang nantinya dibagi dua dengan LMK hak terkait, kemudian dibagi lagi dengan tiga LMK hak cipta yaitu LMK RAI, LMK WAMI dan LMK KCI sesuai presentasi yang telah disepakati,” jelas Dharma.

Dharma juga mengungkapkan, selain kendala di atas, ada satu kendala lagi yakni setiap rapat dengan LMKN, Ketua Umum LMK KCI selalu menuntut agar LMKN melampirkan tentang apa yang diperjanjikan antara LMKN dengan para penguna (user).

“Pihak LMKN selalu menjawab nanti akan diberikan, namun sudah hampir setahun ini satu lembar pun tidak pernah diberikan, padahal itu harus dan wajib. Oleh karena itu sepanjang LMKN tidak melampirkan itu kami tidak mau terima, apalagi LMK belum pernah memberikan kuasa subsitusi kepada mereka. Di situlah duduk masalahnya,” imbuh Dharma.

Papa T Bob, saat menerima Royalty Hak Cipta di kantor LMK KCI.
Papa T Bob, saat menerima Royalty Hak Cipta di kantor LMK KCI. (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)
Halaman
123
Penulis: FX Ismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help