Kosmetik Palsu

Besok Giliran Via Vallen Diperiksa Polda Jatim Terkait Kasus Kosmetik Ilegal

Jika kemarin Nella Kharisma yang mengonfirmasi kehadirannya untuk memenuhi panggilan penyidik. Selanjutnya pedangdut Via Vallen.

Besok Giliran Via Vallen Diperiksa Polda Jatim Terkait Kasus Kosmetik Ilegal
Instagram/@viavalen - Instagram/@nellakharisma
Via Vallen dan Nella Kharisma 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNNEWSCOM, SURABAYA - Pedangdut Nella Kharisma mendatangi Polda Jatim untuk memenuhi pemanggilan sebagai saksi terkait kasus kosmetik ilegal merek Derma Skin Care (DSC).

Diketahui, Nella Kharisma menjadi satu di antara artis endorse kosmetik ilegal asal Kediri tersebut.

Hal tersebut pun dibenarkan Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Rofik Ripto Himawan, Selasa (18/12/2018) siang.

Rofik mengatakan, sampai saat ini, hanya Nella Kharisma yang mengonfirmasi kehadirannya untuk memenuhi panggilan penyidik.

Selanjutnya pedangdut Via Vallen yang akan memenuhi panggilan penyidik.

"Yang konfirmasi hadir masih satu. Kemudian yang satu lagi pada tanggal 20 Desember 2018 itu VV (Via Vallen). Yang lainnya sudah ada surat panggilan kedua, masih dilakukan," kata Rofik kepada TribunJatim.com (Tribunnews.com Network).

Baca: Tersangka Kosmetik Ilegal Mengaku Bayar Artis Hingga Rp15 Juta, Pengakuan Nella Kharisma Berbeda

Nella Kharisma saat mendatangi Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim. Nella Kharisma Datang Jalani Pemeriksaan di Polda Jatim Bersama Seorang Pria. Pria yang mendampingi Nella Kharisma manajemen artis asal Sidoarjo
Nella Kharisma saat mendatangi Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim. Nella Kharisma Datang Jalani Pemeriksaan di Polda Jatim Bersama Seorang Pria. Pria yang mendampingi Nella Kharisma manajemen artis asal Sidoarjo (surabaya.tribunnews.com/Pradhitya Fauzi)

Rofik menambahkan, sejauh ini masih ada empat artis yang dipanggil sebagai saksi.

Kata Rofik, penyidikan terhadap tersangka kasus kosmetik ilegal berinisial KIL, masih fokus pada pelanggaran undang-undang kesehatan dan perlindungan konsumen.

"Untuk UU kesehatan ini, prosesnya masih mengembangkan pada bahan bahan yang dijadikan produk ini dari mana, karena ada yang diproduksi di dalam dan luar negeri. Ada juga yang dilarang untuk digunakan, atau boleh digunakan tapi harus dengan resep dokter," lanjut Rofik.

Halaman
12
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved