Prostitusi Artis

Mytha Lestari Gubris Pelaku Prostitusi Online yang Libatkan Artis

Prostitusi online ramai jadi pemberitaan di media massa sejak Vanessa Angel diduga terlibat prostitusi online.

Mytha Lestari Gubris Pelaku Prostitusi Online yang Libatkan Artis
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Penyanyi Mytha Lestari ditemui usai mengisi acara disalah satu TV swasta, di kawasan Mampang Jakarta, Senin (3/9/2018). Pasca melahirkan anak pertama yang diberi nama Mahatma Kala Maheswara, Mytha Lestari masih merasakan kebahagiaan dan terus belajar menjadi seorang ibu. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNNEWS.COM - Prostitusi online ramai jadi pemberitaan di media massa sejak Vanessa Angel diduga terlibat prostitusi online.

Ia diciduk jajaran Polda Jatim, meski akhirnya dibolehkan pulang karena statusnya sebagai saksi. 

Tak lama setelah itu, nama beberapa selebritis tanah air pun turut tercantum dalam daftar pelaku prostitusi.

Daftar nama itu lantas di ekspos dalam berbagai media hingga menjadi pembicaraan hangat netizen di jagat dunia maya.

Melihat akan hal itu, penyanyi Mytha Lestari turut memberikan komentarnya. Melalui unggahan dalam instagram story nya, pelantun tembang 'Aku Cuma Punya Hati' itu memberikan tanggapannya.

Mytha menjelaskan jika tidak seharusnya para pelaku prostitusi saja yang di beberkan. Menurutnya para pengguna jasa tersebut juga harus di beberkan ke ranah publik.

"Haruskah hanya pemainnya aja yang di kuak, yang notabene semuanya wanita. Sedangkan client nya aman ngga di publish dimana-mana? kenapa? karena mereka bayar? Atau kenapa?," tulis Mytha seperti Grid.ID kutip pada (12/1/2019).

Baca: YPI Tak Bertanggung Jawab Atas Kelakuan Finalis Puteri Indonesia yang Terlibat Prostitusi Online

Mytha sendiri tampaknya tak setuju dengan permintaan maaf sejumlah artis yang terciduk. Istri Barry Maheswara itu menjelaskan bahwa para pelaku prostitusi tidak memiliki salah kepada masyarakat umum.

Akan jauh lebih baik jika para pelaku prostitusi tersebut diarahkan untuk meminta maaf kepada Tuhan.

"Haruskah mereka minta maaf sama publik dan masyarakat dihadapan media? Mendingan arahkan mereka untuk minta maaf sama Tuhan dan orang tua mereka, lagian salah mereka sama masyarakat apa? Logikanya yang mereka jual adalah milik mereka sendiri bukan milik umum, jadi ngga perlu minta maaf ke masyarakat harusnya sih kalo menurut gue," lanjutnya.

Meski tak setuju dengan cara para pelaku prostitusi mencari uang, Mytha menjelaskan jika seharusnya mereka tetap dihargai sebagai wanita.

Ia juga berharap jika sebagai manusia tak ikut mengadili dan membiarkan Tuhan yang memberi hukuman.

"Gue ngga setuju sama cara mereka cari uang, tapi gue nggak punya hak buat ngatur cara mereka hidup. Tapi akan lebih baik kalo kita juga menghargai mereka sebagai wanita dan manusia biasa yang juga pasti punya malu dan rasa bersalah,"

"Birkan urusan mereka dengna Tuhannya, biarkan Tuhannya yang mengadili bukan kita, yang sederajat sebagai manusia biasa," tutupnya.(*)

Editor: Willem Jonata
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved