Prostitusi Artis

Pertimbangkan Penangguhan Vanessa Angel, Polisi Beri Akses Komnas Perempuan Bertemu Tersangka

Polisi sudah menerima surat sekaligus bahan yang dibutuhkan Komnas perempuan terkait prostitusi online.

Pertimbangkan Penangguhan Vanessa Angel, Polisi Beri Akses Komnas Perempuan Bertemu Tersangka
Akun Instagram @vanessaangelofficial
Vanessa Angel Dikabarkan Sempat Layani Muncikari, Polda Jatim Beberkan Fakta yang Sebenarnya 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Kepolisian Daerah Jawa Timur menanggapi usulan dari Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) yang meminta dilakukan penangguhan penahanan terhadap Vanessa Angel.

Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan menjelaskan pihaknya akan mengkaji terlebih dulu terkait rencana penangguhan penahanan terhadap tersangka prostitusi online yang menjerat Vanessa Angel.

"Akan kami mempertimbangkan penangguhan penahan itu asalkan tidak menganggu kepentingan penyidikan, sisi hukum dan lainnya yang menyangkut kasus prostitusi online," ungkapnya di Mapolda Jatim, Kamis (29/2/2019).

Sri Nurherwati Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) saat mengunjungi Vanessa Angel yang mendekam di Rutan Dit Tahti Polda Jatim.
Sri Nurherwati Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) saat mengunjungi Vanessa Angel yang mendekam di Rutan Dit Tahti Polda Jatim. (surya.co.id/mohammad romadoni)

Dia mengatakan pihaknya sudah menerima surat sekaligus bahan yang dibutuhkan Komnas perempuan terkait prostitusi online.

Baca: Komnas Perempuan Anggap Vanessa Angel adalah Korban yang Dilacurkan

"Kami juga memberikan akses Komnas perempuan untuk bertemu dengan satu tersangka prostitusi online di dalam tahanan," jelasnya.

Yusep memaparkan sampai saat ini pihaknya sudah memeriksa berbagai pihak termasuk artis yang diduga terlibat kasus prostitusi sebagai saksi memperkuat penyidikan.

Pihaknya memeriksa enam saksi yang sudah dituangkan ke dalam berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Data digital sudah kami sinkronkan untuk memperkuat berbagai pihai termasuk DPO mucikari maupun user pengguna prostitusi," pungkasnya.

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved