Zul Zivilia Terlibat Jaringan Peredaran Narkoba Jenis Sabu dan Ekstasi: Sesal dan Pesan untuk Istri

Vokalis grup band Zivilia, Zulkifli alias Zul Zivilia terlibat dalam jaringan peredaran Narkoba.

Zul Zivilia Terlibat Jaringan Peredaran Narkoba Jenis Sabu dan Ekstasi: Sesal dan Pesan untuk Istri
Tribunnews.com/Wahyu Firmansyah
Zul Zivilia pakai baju tahanan saat Polda Metro Jaya gelar jumpa pers kasus narkoba, Jumat (8/3/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Vokalis grup band Zivilia, Zulkifli alias Zul Zivilia terlibat dalam jaringan peredaran Narkoba.

Ia ditangkap bersama 8 kawanannya di sejumlah tempat di Jakarta dan Sumatera.

Zul Zivilia terlibat jaringan peredaran narkoba jenis sabu dan ekstasi dikarenakan hutang budi dan ekonomi.

Baca: Kakak Beradik di Banjarbaru Diserang Sejumlah Pria di Warung Remang, Sang Kakak Tewas

Ia ditangkap penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya di Apartemen Gading River View City Home kawasan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Jumat (1/3/2019).

Terlebih barang bukti narkoba yang disita polisi pun terbilang besar.

Polisi menyita 9,5 kilogram sabu, 24.000 butir ekstasi, empat buah handphone, kartu ATM, timbangan elektrik, dan uang tunai Rp 1,4 juta.

Baca: Bertemu di Bandara, Ashanty Abadikan Momen Saat Luna Maya Peluk Erat Sosok Ini: Alaaaaaah

Hanya tertunduk

Saat dihadirkan dalan ekspos perkara di Mapolda Metro Jaya, Jumat (8/3/2019), Zul Zivilia hanya tertunduk bersama 8 tersangka lainya.

Ia bersama rekan-rekannya mengenakan kemeja tahanan berwarna orange milik Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.

Meski begitu, penampilan Zul masih bisa dikenali awak media.

Ia terlihat masih 'memelihara' gaya khas rambutnya.

Baca: Sejumlah Fakta Zul Zivilia Terlibat Jaringan Pengedar Narkoba: Kronologi, Peran, dan Balas Budi

Rambutnya memiliki gaya poni lempar (polem) dengan sisi kanan lebih panjang.

Bagian belakang rambutnya nampak menutupi leher dan tampak sedikit basah oleh keringat.

Selain itu, ia masih dapat dikenali dengan kumis serta jenggot tipisnya.

Awalnya Zul menghadap ke tembok sehingga wajahnya tak bisa diabadikan kamera para awak media.

Baca: Vokalis Band Zivilia Terancam Hukuman Mati Karena Kasus Narkoba, Ini Pengakuan Zul

Namun, jelang rilis berakhir ia diminta untuk menyampaikan perasaannya.

Ia pun berbalik ke arah awak media. Tahu disorot oleh kamera, ia pun menundukkan wajahnya.

Sehingga poni rambutnya terlihat menjuntai ke bawah.

Menyesal

Zul Zivilia memang berperan aktif dalam jaringan pengedar narkoba tersebut.

Ia bertugas mengepak barang-barang haram tersebut sebelum dipasarkan.

Kepada awak media ia mengaku menyesal.

Ia pun mengakui seluruh perbuatannya.

"Menyesal," ujar Zul kepada awak media di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019).

Lebih lanjut Zul merasa apa yang dilakukannya tersebut merupakan jalan hidupnya yang dipertanggungjawabkan.

Baca: Zul Zivilia Terancam Hukuman Mati atau Tidak, Polisi: Bergantung Perannya

"Ini jalan hidup saya," katanya.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suwondo menyebut alasan ekonomi dan hutang budi menjadi penyebab Zul Zivilia mengedarkan narkoba.

"Alasan ekonomi dan hutang budi sama Rian," ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suwondo di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019).

Rian, kata dia, adalah pimpinan jaringan Narkoba dimana kelompok Zul berada.

Baca: Seorang Pria Tewas Setelah Jatuh ke Lubang Sedalam 20 Meter

Rian merupakan 1 dari 9 tersangka yang diamankan kepolisian.

Suwondo tak merinci hutang budi apa yang dimiliki Zul kepada Rian.

"Dari keterangan ada hutang budi. Gitu aja. Nanti kita dalami," kata dia.

Titip jaga anak

Kepada sang istri, Zul Zivilia mengaku khilaf sehingga dirinya tersandung kasus Narkoba.

Zul mengakatakan hal tersebut saat istrinya Retno mengunjungi Zul di Polda Metro Jaya, Rabu (6/3/2019).

Kepada Retno, Zul juga berpesan untuk menjaga anak-anak selama dirinya mendekam di Polda Metro Jaya.

"Iya disuruh jaga (anak) aja, dia minta maaf dia khilaf. Anak-anak disuruh dijagain," kata Retno saat dihubungi awak media, Kamis (7/3/2019).

Selama mendekam di Polda Metro Jaya, Retno mengatakan jika Zul belum berani meminta dibawakan apa-apa.

Baca: Pria di Pekanbaru Aniaya Bocah 11 Tahun Hingga Alami Patah Tulang, Begini Pengakuannya

Hanya snack dan alat mandi yang dibawakan Retno untuk Zul.

"Kemarin sih baru ketemu, kemarin juga belum minta apa-apa kan dia bingung mau minta apa takut gak boleh," kata Retno.

"Jadi kemarin kan masih di ruang penyidikan, masih di-BAP, takutnya gak boleh bawa macam-macam gitu kan. Jadi baru dibawain snack-snack gitu sama perlengkapan mandinya," jelasnya.

Diketahui, atas perbuatannya Zul dan 8 tersangka lainnya dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Ancaman hukumannya adalah pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1 Miliar dan paling banyak Rp10 Miliar. (Bayu Indra/vincentius/wahyu/tribunnews.com)

Penulis: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved