Tanty Octavia Mengaku Jadi Korban Penipuan, Pelakunya Sahabat Sendiri

Tanty Octavia, penyanyi sekaligus pengusaha itu, mengaku jadi korban penipuan. Yang membuat merasa dongkol karena si pelaku adalah sahabatnya sendiri.

Tanty Octavia Mengaku Jadi Korban Penipuan, Pelakunya Sahabat Sendiri
Istimewa
Tanty Octavia 

TRIBUNNEWS.COM - Tanty Octavia, penyanyi sekaligus pengusaha itu, mengaku jadi korban penipuan. Yang membuat merasa dongkol karena si pelaku adalah sahabatnya sendiri.

Semua bermula dari kerjasama bisnis dengan sahabatnya yang diketahui berinisial A. Mereka berencana membuka cabang biro travel.

Tanty Octavia kemudian menyetor uang Rp 200 juta ke rekening perusahaan milik sahabatnya yang terletak di Kampung Melayu.

"Tapi semua janjinya tidak pernah ditepati," keluhnya.

Padahal, ia sudah menyediakan kantor dan karyawan. Tapi karyawan tidak pernah mendapat pelatihan seperti yang dijanjikan sahabatnya. Komputer juga tidak diberikan sesuai kesepakatan.

Baca: Video Undangan Ulang Tahun Viral, Ini Penjelasan Cewek yang Disebut-sebut Crazy Rich Surabayan

"Akhirnya saya minta berhenti bekerja sama dan saya minta dikembalikan uang yang saya sudah setor ke perusahaan tersebut dan komisi-komisi yang dijanjikan apabila saya mendapatkan customer," terangnya.

Saat itu, sahabatnya berjanji mengembalikan uang dan komisi bulan Januari 2019. Perjanjian lantas dibuat dalam surat yang ditandatangani di atas materai.

Baca: Tanty Octavia Baru Pulang Umrah, Ini Ceritanya Saat Bertemu Habib Rizieq

"Eh sampai sekarang enggak dibayar, WA (Whatsapp) saya enggak pernah dibalas dan IG (Instagram) saya diblokir. Saya cuma minta hak saya dikembalikan," ucap Tanty Octavia.

Sejauh ini, Tanty berharap sahabatnya itu punya niat baik mengembalikan uang sesuai perjanjian. Namun, apabila tak ada itikad baik ia akan lapor polisi.

"Saya sudah siap melaporkan ke yang berwajib dengan bukti-bukti transferan dan chat saya sama dia. Saya akan tunggu itikad baiknya menghubungi saya sampai akhir bulan ini," tegasnya.

Dari pengalaman itu ia memetik pelajaran.  

"Mau sedekat apapun kalian berteman yang namanya bisnis sebelum transfer harus ada hitam di atas putih," tandasnya.(*)

Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved