Minang Derby Budaya Balap Kuda di Sumbar

Ketua Panitia Minang Derby 2012, Amran Nur menarik minat warga Minang mengembangkan olahraga berkuda

Minang Derby Budaya Balap Kuda di Sumbar
IST
Kejuaraan Balap Kuda Minang Derby awalnya adalah budaya masyarakat Sumatera Barat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Panitia Minang Derby 2012, Amran Nur mengatakan, dilaksanakannya kejuaraan di Jakarta salah satu alasannya untuk menarik minat warga Minang yang berada di ibukota untuk mengembangkan olahraga berkuda maupun membangun peternakan kuda.

“Balap kuda merupakan budaya masyarakat Minang. Dengan digelarnya kejuaraan ini kami berharap masyarakat Minang akan rindu kampung halaman,” ungkap Amran Nur disela-sela kejuaraan Balap Kuda di Pulomas Jakarta, Minggu (12/2/2012).

Amran Nur yang juga Walikota Sawahlunto, Sumatera Barat ini mengatakan, Minang Derby 2012 ini diikuti 120 kuda yang bertanding dalam 15 race. Adapun piala yang diperebutkan meliputi Piala Wali Kota Sawahlunto, PT Bukit Asam, KONI Provinsi Sumbar dan piala bergengsi dari Gubernur Sumatra Barat.

“Kejuaraan ini diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia. Joki-joki handal maupun kuda terbaik turun pada kejuaraan dengan total hadiah kurang lebih Rp450 juta ini,” katanya.

Dari 15 race yang dilombakan salah satunya kelas 2 tahun pemula C/D 800 meter. Pada kelas ini kuda Master M War dari Sulawesi Utara dengan joki S Deni mampu menjadi yang tercepat. Sedangkan kelas 2 tahun pemula A/B 1000 meter dimenangkan oleh kuda Maharani dari Jawa Tengah dengan joki M Soleran.

Penulis: Toni Bramantoro
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved