Rabu, 27 Mei 2015
Tribunnews.com

Atlet Tanpa Negara akan Berlaga di Olimpiade

Senin, 23 Juli 2012 15:34 WIB

Atlet Tanpa Negara akan Berlaga di Olimpiade
net
Guor Marial

TRIBUNNEWS.COM – Pelari asal Sudan, Guor Marial akan bersaing di ajang olimpiade London 2012. Mamun karena negaranya sedang bergolak dan tak terdaftar di komite olimpiade, membuat dia berjuang di olimpiade tanpa mewakili negara Sudan atau negara mana pun. Dia berjuang dengan membawa bendera olimpiade saja.

Dengan kata lain, Guor Marial akan berlari sebagai peserta independen di bawah bendera Olimpiade. Sehingga saat suara tembakan start untuk marathon putra pada 12 Agustus 2012 mendatang dibunyikan, atlet berusia 28 tahun itu akan memiliki kebanggaan tersendiri karena dia merupakan atlet pertama yang mewakili Sudan Selatan. Meski nama negara Sudan Selatan sendiri tak masuk daftar negara peserta olimpiade kali ini.

Meski tak dilengkapi dengan paspor dan secara resmi tak punya negara, ia yang sempat tidak punya harapan ikut olimpiade, pelari berusia 28 tahun itu akhirnya mendapatkan ijin dari IOC (komite olimpiade internasional) untuk berkompetisi di olimpiade London dengan membawa bendera Olimpiade.

"Suara dari Sudan Selatan sudah didengar, Sudan Selatan akhirnya mendapat tempat di komunitas dunia. Bahkan sekalipun Saya tak membawa benderanya di olimpiade ini. Impian akhirnya menjadi kenyataan. Harapan buat Sudan Selatan kini hidup," katanya.

Marial merupakan pelari yang lahir di daerah yang sekarang dikenal dengan nama Sudan Selatan, negara baru yang merdeka di Afrika. Sampai saat ini negara itu belum memiliki lembaga olimpiade.

Dia akan bersaing dengan seluruh peserta olimpiade lainnya. Marial termasuk dari empat atlet yang tampil di olimpiade namun tak mewakili negaranya. Selain Marial masih ada tiga atlet lainnya yang statusnya sama, atlet tanpa mewakili negara. Yaitu tiga orang atlet yang datang dari negara Netherland Antilles. Meski demikian, untuk menurut jurubicara IOC, Mark Adams, kasus yang dialami Marial adalah hal yang unik, dan pertama kalinya terjadi di olimpiade.

"Dia memiliki catatan waktu yang bagus dalam berlari. Saya tak berbicara dia akan mendapatkan medali, tetapi dia bisa masuk dalam jajaran pelari terbaik 10 besar sampai 20 besar. Dia datang dari negara yang tidak diketahui, tapi catatan waktunya dua kali cukup bagus. Satu kali mencatat waktu 2;14 dan lainnya adalah 2;12. Luar biasa," katanya.

Halaman12
Editor: Dodi Esvandi
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas