• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribunnews.com

APM Boarding School: Cinta, Inspirasi & Prestasi

Senin, 17 Desember 2012 15:23 WIB
APM Boarding School: Cinta, Inspirasi & Prestasi
IST
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berawal dari cinta, kemudian timbul inspirasi, yang mengilhami tujuan untuk bisa meraih prestasi. Itulah tiga kata kunci yang mendasari berdirinya APM Boarding School atau SMA Adria Pratama Mulya.

Meski berada di kawasan yang jauh dari hingar bingar metropolitan atau tepatnya di kawasan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, namun keberadaan APM Boarding School telah menjadi tonggak atau juga bisa disebut terobosan dalam penggabungan kurikulum akademik sekolah dengan kurikulum ketangkasan berkuda berlevel internasional.

APM Boarding School secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Banten, Hudaya, bersamaan dengan penutupan kejuaraan ketangkasan berkuda Cinta Indonesia Open (CIO) 2012 di APM Boarding School, Tigaraksa, Minggu (9/12/2012). Sesuai dengan visi dan misinya, APM Boarding School siap membangun generasi muda yang andal sebagai seorang akademisi dan mencetak para siswanya untuk menjadi atlet ketangkasan berkuda (equestrian) yang tangguh, sesuai motonya ‘When Education Meets Sport’.

Seperti diungkapkan diatas, APM Boarding School yang didalamnya juga terdapat APM Riding School, lahir dari tiga kata kunci yaitu cinta, inspirasi, dan prestasi. Cinta adalah landasan utama dari dua figur sentral dibalik keberadaan APM Boarding School. Ibu dan anak, Triwaty dan Nadia Marciano adalah dua figur tersebut. Kecintaan kedua orang itulah terhadap dunia berkuda yang akhrnya berwujud APM Boarding School. Bahkan saking cintanya terhadap berkuda, Nadia, sang putri, menamatkan sekolah tingginya di Amerika Serikat di bidang manajemen berkuda.

Bisa disebut mereka memang terlahir sebagai pembina dan atlet berkuda. Triwaty saat ini duduk sebagai pembinan Yayasan Adria Pratama Mulya, sedangkan Nadia sebagai ketua umum yayasan. Jadi, hitam putih APM Boarding School ini memang mutlak di tangan kedua figur tersebut.

Kedua adalah inspirasi. Inspirasi untuk mendirikan APM Boarding School ini lahir setelah beberapa tahun Triwaty dan Nadia berkecimpung di dunia berkuda. Dari situlah mereka kemudian berkeinginan memberikan sumbangsih buat Bumi Pertiwi dengan cara mengangkat gengsi dan prestasi melalui cabang ketangkasan berkuda. Untuk mewujudkan itu, tentu dibutuhkan sarana dan pra sarana yang memadai dan berstandar internasional.

Dan dari inspirasi itulah kini telah berdiri APM Boarding School. Di sekolah ini, siswa-siswi tidak hanya melulu belajar kurikulum pendidikan sesuai standar pendidikan di Indonesia, tetapi juga digembleng untuk menjadi atlet berkuda andal. Tidak hanya dilengkapi sarana andal seperti kuda-kuda tunggang yang didatangkan dari Eropa, APM Boarding School juga mendatangkan pelatih-pelatih top dari Jerman seperti Bjorn Kuwertz dan Manfred Schildt. Bahkan saat kejuaraan Cinta Indonesia Open 2012 lalu, APM Boarding School mendatangkan desainer arena berkuda berkelas Olimpiade yaitu Olaf Petersen.

Tentu saja dibutuhkan kerja keras serta pengorbanan luar biasa untuk bisa mewujudkan APM Boarding School. Tetapi semua itu mampu diwujudkan oleh Triwaty dan Nadia, dan juga atas dukungan kepala keluarga, Letjen TNI Marciano Norman, Kepala BIN yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia.

Muara dari semua itu adalah prestasi. Tentu saja ini adalah cita-cita yang didambakan oleh dua pendiri APM Boarding School diatas dan juga dambaan seluruh masyarakat berkuda Indonesia. Diharapkan, nantinya keberadaan APM Boarding School mampu menjawab dan menjadi solusi bagi peningkatan prestasi berkuda Indonesia.

“Tujuan kami adalah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) andal, baik sebagai seorang terdidik dan juga sebagai seorang atlet berkuda. Dengan begitu antara pendidikan dan prestasi olahraga bisa seiring sejalan, tidak seperti kebanyakan atlet saat ini yang harus meninggalkan bangku sekolah bila ingin total menekuni olahraga,” kata Triwaty saat launching APM Boarding School beberapa waktu lalu.
Memang dibutuhkan kerja lebih keras lagi untuk mewujudkan target ganda APM Boarding School. Namun dengan tiga unsur diatas yaitu cinta, inspirasi, dan prestasi, rasanya tidak berlebihan bila menjadikan APM Boarding School sebagai proyek percontohan dalam membangun dunia olahraga berkuda dan juga olahraga prestasi lainnya.

Seperti tiga unsur utama dalam kehidupan yaitu bumi, air, dan udara, seperti itulah kombinasi antara cinta, inspirasi, dan prestasi yang mendasari berdirinya APM Boarding School. Dan seperti sebuah takdir, APM Boarding School terlahir sebagai salah satu solusi untuk membangun manusia Indonesia yang unggul. Selamat datang APM Boarding School, selamat berkarya untuk kejayaan Indonesia.

(Jakarta 17 Desember 2012, Toni Bramantoro)

Penulis: Toni Bramantoro
0 KOMENTAR
1229112 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas