Rabu, 1 Juli 2015
Tribunnews.com

APM Boarding School: Cinta, Inspirasi & Prestasi

Senin, 17 Desember 2012 15:23 WIB

APM Boarding School: Cinta, Inspirasi & Prestasi
IST
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berawal dari cinta, kemudian timbul inspirasi, yang mengilhami tujuan untuk bisa meraih prestasi. Itulah tiga kata kunci yang mendasari berdirinya APM Boarding School atau SMA Adria Pratama Mulya.

Meski berada di kawasan yang jauh dari hingar bingar metropolitan atau tepatnya di kawasan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, namun keberadaan APM Boarding School telah menjadi tonggak atau juga bisa disebut terobosan dalam penggabungan kurikulum akademik sekolah dengan kurikulum ketangkasan berkuda berlevel internasional.

APM Boarding School secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Banten, Hudaya, bersamaan dengan penutupan kejuaraan ketangkasan berkuda Cinta Indonesia Open (CIO) 2012 di APM Boarding School, Tigaraksa, Minggu (9/12/2012). Sesuai dengan visi dan misinya, APM Boarding School siap membangun generasi muda yang andal sebagai seorang akademisi dan mencetak para siswanya untuk menjadi atlet ketangkasan berkuda (equestrian) yang tangguh, sesuai motonya ‘When Education Meets Sport’.

Seperti diungkapkan diatas, APM Boarding School yang didalamnya juga terdapat APM Riding School, lahir dari tiga kata kunci yaitu cinta, inspirasi, dan prestasi. Cinta adalah landasan utama dari dua figur sentral dibalik keberadaan APM Boarding School. Ibu dan anak, Triwaty dan Nadia Marciano adalah dua figur tersebut. Kecintaan kedua orang itulah terhadap dunia berkuda yang akhrnya berwujud APM Boarding School. Bahkan saking cintanya terhadap berkuda, Nadia, sang putri, menamatkan sekolah tingginya di Amerika Serikat di bidang manajemen berkuda.

Bisa disebut mereka memang terlahir sebagai pembina dan atlet berkuda. Triwaty saat ini duduk sebagai pembinan Yayasan Adria Pratama Mulya, sedangkan Nadia sebagai ketua umum yayasan. Jadi, hitam putih APM Boarding School ini memang mutlak di tangan kedua figur tersebut.

Kedua adalah inspirasi. Inspirasi untuk mendirikan APM Boarding School ini lahir setelah beberapa tahun Triwaty dan Nadia berkecimpung di dunia berkuda. Dari situlah mereka kemudian berkeinginan memberikan sumbangsih buat Bumi Pertiwi dengan cara mengangkat gengsi dan prestasi melalui cabang ketangkasan berkuda. Untuk mewujudkan itu, tentu dibutuhkan sarana dan pra sarana yang memadai dan berstandar internasional.

Dan dari inspirasi itulah kini telah berdiri APM Boarding School. Di sekolah ini, siswa-siswi tidak hanya melulu belajar kurikulum pendidikan sesuai standar pendidikan di Indonesia, tetapi juga digembleng untuk menjadi atlet berkuda andal. Tidak hanya dilengkapi sarana andal seperti kuda-kuda tunggang yang didatangkan dari Eropa, APM Boarding School juga mendatangkan pelatih-pelatih top dari Jerman seperti Bjorn Kuwertz dan Manfred Schildt. Bahkan saat kejuaraan Cinta Indonesia Open 2012 lalu, APM Boarding School mendatangkan desainer arena berkuda berkelas Olimpiade yaitu Olaf Petersen.

Halaman12
Penulis: Toni Bramantoro
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas