• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 21 September 2014
Tribunnews.com

Pemerintah Tunda Pelaksanaan Islamic Solidarity Games

Rabu, 8 Mei 2013 15:25 WIB
Pemerintah Tunda Pelaksanaan Islamic Solidarity Games
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Menteri Pemuda dan Olah Raga Roy Suryo saat berkunjung ke Kantor Redaksi Berita Kota Super Ball Jalan Palmerah Barat, Jakarta Pusat, Minggu (28/4/2013)/ WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono memutuskan, waktu pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG) ke-III pada 2013 sudah pasti ditunda pelaksanaan pada bulan September.

Mengenai tempatnya, tim bersama yang terdiri dari Kemenpora dan Kemenkokesra dalam minggu ini akan berkunjung ke Riau untuk melihat langsung kondisi di lapangan.

Keputusan tersebut diputuskan pada rapat koordinasi lintas kementerian, KOI serta Panitia Nasional di Kantor Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra) di Jakarta, Rabu (8/5/2013).

"Pada rapat tadi, kami masing-masing kementerian dan semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan ISG sudah memaparkan kondisi terakhir," kata Agung Laksono seperti dilansir situs Kemenpora, Rabu (8/5/2013).

"Dari pertimbangan dan keputusan bersama maka kami putuskan bahwa waktu pelaksanaan ISG sudah dipastikan akan mundur pada bulan September, sedangkan untuk tempatnya belum bisa diputuskan sekarang karena tim dari Kemenpora dan Kemenkokesra akan meninjau langsung kondisi di Riau pada minggu ini,".

Menanggapi keputusan tersebut, Menpora Roy Suryo menegaskan, bahwa pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG) ini bukan hanya sekadar faktor teknis, melainkan ada masalah-masalah non teknis yang harus diperhitungkan dengan baik.

"Sebagai Menpora saya menginginkan yang terbaik tanpa merusak citra Indonesia di mata internasional. Pertimbanganya tidak hanya pertimbangan teknis, namun masalah non teknis juga harus kita pertimbangkan dengan baik," ujarnya.

Menurutnya, pada rapat tadi dia terpaksa membuka kondisi yang sebenarnya. Saat melakukan rapat di Kemenpora tiga minggu lalu, awalnya memang tidak ada rekomendasi pemindahan.

"Tetapi desakan untuk memindahkan lokasi tersebut justru datang dari Rektor Universitas Riau yang mengatakan masyarakat Riau tidak ingin lagi terjadi kasus di sana, dan semua itu sekali lagi saya katakan direkam baik secara video dan audio. Jadi kalau sekarang mereka mencabut kembali ya saya kembalikan kepada Tuhan YME," katanya.

Roy Suryo mengatakan, apabila yang dihadapi masalah teknis dia percaya masalah itu bisa diselesaikan dengan baik, meskipun tadi memang ada surat yang ditunjukkan Gubernur Riau mengenai kesediaan KSO sebagai pihak pembangun stadion yang menjamin Stadion Utama bisa digunakan.

"Tetapi kalau kita baca dengan detail, itu semua harus ada syarat-syaratnya seperti pembayaran uang Rp 35 miliar yang belum terbayar dan lain sebagainya," tambahnya.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jakarta
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1761861 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas