BBC

Pemain Muslim ikut mengubah Liga Primer

Beberapa tradisi di Liga Primer berubah berkat makin banyaknya pemain Muslim yang berkarier di Inggris sejak 1992.

Ketika Liga Primer pertama kali digelar pada 1992 hanya ada satu pemain Muslim di divisi elit liga Inggris.

Ia adalah Nayim yang bermain untuk klub London Tottenham Hotspur.

Sekitar 20 tahun kemudian jumlah pemain Muslim bertambah dan sekarang menjadi sekitar 40 orang, seiring dengan makin banyaknya pemain asing yang berkarier di Inggris.

Dan kehadiran pemain-pemain Muslim ini mengubah beberapa paradigma di Liga Primer sendiri dan juga membawa efek di luar kompetisi.

Misalnya soal sampanye yang biasanya diberikan kepada pemain terbaik setiap bulannya.

Tradisi ini berubah ketika Yaya Toure, pemain pilar Manchester City, dengan sopan menolak hadiah ini karena alasan agama.

Sampanye diganti piala

Minuman keras dilarang dalam Islam dan sebagai seorang Muslim Yaya Toure mengatakan dirinya tidak bisa menerima hadiah berupa sampanye.

Berawal dari penolakan Yaya Toure ini Liga Primer sekarang memberi piala atau trofi berukuran kecil kepada pemain terbaik setiap bulannya.

Yaya Toure

Yaya Toure menolak hadiah sampanye saat dinobatkan sebagai pemain terbaik.

Klub-klub di Liga Primer juga makin sadar tentang persoalan yang bisa timbul dari sampanye, minuman yang biasanya hadir di acara-acara perayaan.

Ketika Liverpool menjuarai Piala Liga pada 2012, perayaan yang melibatkan sampanye di ruang ganti dilakukan sedemikian rupa, sehingga minuman ini tidak mengenai pakaian milik dokter tim Liverpool yang dikenal sebagai pemeluk Islam yang taat.

Halaman
12
Sumber: BBC Indonesia
BBC
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help