Selasa, 25 November 2014
Tribunnews.com

WBC Sediakan Hadiah Sabuk Emas 2 Kilo di Laga Mayweather Jr vs Alvarez

Kamis, 5 September 2013 08:09 WIB

WBC Sediakan Hadiah Sabuk Emas 2 Kilo di Laga Mayweather Jr vs Alvarez
AFP
Floyd Mayweather Jr dan Saul Alvarez 

TRIBUNNEWS.COM – Badan tinju dunia WBC (World Boxing Council) akan menyediakan hadiah sabuk khusus untuk pemenang pertarungan tinju antara Floyd Mayweather Jr melawan Saul "Canelo" Alvarez pada tarung yang akan digelar di Las Vegas, 14 September mendatang.

Pada saat persentasi di Mexico City, Selasa (3/9/2013) lalu, WBC menyatakan bahwa mereka membuat sabuk juara dunia ini dari bahan emas murni (24 karat) seberat dua kilogram dengan aksesoris kulit yang sama seperti kulit yang biasa dipakai buat sebagian aksesoris di mobil Ferrari.

WBC menyebut pertarungan Floyd Mayweather Jr melawan Saul Alvarez sebagai "mega-fight". Sebuah pertarungan besar yang diperkirakan akan berlangsung dengan menarik.

Sabuk juara yang disediakan ini dibuat oleh seniman dan desainer terkenal dari Meksiko. Pada salah satu sisinya dipasang tanda bendera Amerika Serikat dan juga bendera Meksiko yang merupakan bendera dari asal kedua petinju.

WBC menyediakan sabuk khusus buat pertarungan Mayweather Jr ini karena momentumnya bertepatan dengan 50 tahun WBC. "Ini adalah pertarungan besar dan sabuk ini memiliki nilai yang besar dalam dunia tinju. Ini adalah hadiah spesial buat pemenang dari pertarungan antara dua petinju terbaik di dunia pada saat ini," kata Presiden WBC, Jose Sulaiman seperti dilansir fightnews.

Mayweather Jr memiliki rekor tak terkalahkan dalam 44 kali pertarungannya. Sementara itu, Canelo adalah juara menengah junior WBC/WBA, dan dia juga telah mencatatkan rekor profesional 42 kali menang (30 KO) dan satu kali imbang.

Mantan petinju yang kini menjadi promotor, Oscar De La Hoya, menilai laga Maywather kontra Alvarez akan menjadi pertarungan besar. Tak hanya itu, laga ini pun membalikkan memori De La Hoya.

Promotor berusia 40 tahun tersebut teringat kala dirinya bertarung menghadapi Felix Trinidad pada 18 September 1999. Di mana kedua petinju saling beradu dan akan menampilkan pertarungan yang cukup seru.

"Canelo bersiap-siap untuk mengambil tantangan terbesar. Hal ini mengingatkan pertarungan saya, ketika saya bertinju dengan Trinindad. Kami berdua tak terkalahkan, dan baik Canelo maupun Mayweather juga tak terkalahkan," ungkap De La Hoya.

"Dia (Canelo) adalah superstar hebat. Canelo mengalami apa yang saya lakukan, maksud saya Canelomania sangat besar! Saya mengharapkan pertarungan besar dan saya percaya ini adalah waktunya Canelo," katanya. (Tribunnews.com/mba)

Editor: Dodi Esvandi
BBC

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas