Singky Soewadji Jadi Pimpro Berkuda Jatim ke PON 2016

Singky Soewadji memperoleh kehormatan menjadi 'pimpro' berkuda Jatim untuk PON XIX-2016, Jabar.

Singky Soewadji Jadi Pimpro Berkuda Jatim ke PON 2016
Pordasi
Singky Soewadji (kanan) dan Ny. Soehardjono Tokoh & Sesepuh Pordasi (kiri) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Singky Soewadji, salah satu legenda hidup berkuda nasional, memperoleh kehormatan menjadi 'pimpro' berkuda Jatim untuk PON XIX-2016, Jabar.

Surat penunjukkan Singky Soewadji secara resmi sudah dikeluarkan oleh KONI Jatim pada Jumat (27/9/2013), ditandatangani oleh Ketum II/Ketua Harian, Drs. H.Dhimam Abror Djuraid.

Disebutkan, Singky bertanggung-jawab penuh dalam mempersiapkan atlet berkuda Jatim ke PON XIX-2016 tersebut. Menyusul penetapannya sebagai 'pimpro' berkuda Jatim untuk PON 2016 itu, Singky sudah langsung.bekerja dengan 'menggodok' atlet-atlet potensial yang siap membela kontingen Jatim secara 'all-out' di PON 2016 tersebut.

Saat ini, Singky sudah menerima kesiapan sejumlah atlet/rider dari perkumpulan 'Emporium' Surabaya.

"Mereka sudah kita fasilitasi untuk penampilannya di Kejuaraan Jateng Master pertengahan Oktober di Arrowhead, Tegalwaton, Salatiga," aku Singky, yang dikenal dekat dengan Menpora Roy Suryo.

Setelah tidak dikompetisikan di PON XVIII-2012 di Riau, berkuda akan diperlombakan kembali di PON XIX -2016 Jabar itu. Disiplin berkuda yang dilombakan adalah equestrian, berupa tunggang serasi (dressage) dan lompat rintangan (show jumping).

Kendati demikian, beberapa daerah masih mengupayakan agar disiplin pacuan juga dilombakan.

"Kalau kita mau jujur nomor pacuan sebenarnya jauh lebih populer dibanding equestrian. Pacuan sudah dilombakan secara tradisional," jelas H.M. Munawir, Ketua Komisi Pacuan PP Pordasi.

Sehubungan dengan pentas berkuda PON XIX-2016, beberapa daerah sudah menyikapinya dengan serius. Sejumlah atlet/rider 'papan atas' nasional disebut-sebut sudah 'diikat' untuk memperkuat kontingen DKI Jaya, Jabar, Jateng atau Jatim.

Beberapa daerah yang secara tradisional menjadi basis equestrian dan pacuan, misalnya Sumbar dan Kalimantan Selatan, juga disebut-sebut sudah berupaya 'mendatangkan' atlet/rider handal dari luar.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved