Senin, 22 Desember 2014
Tribunnews.com

Daud Yordan Ditantang ‘Tsunami’ dari Afsel

Jumat, 8 November 2013 06:57 WIB

Daud Yordan Ditantang ‘Tsunami’ dari Afsel
KOMPAS.COM/RODERICK ADRIAN MOZES
Daud Yordan menjalani latihan ringan di sasana tinju Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA), Pintu VI, Gelora Bung Karno, Senayan, Senin (29/10/2012)

TRIBUNNEWS.COM – Juara dunia tinju kelas ringan IBO, Daud "Cino" Yordan akan mempertahankan gelarnya menghadapi petinju Afrika Selatan, Sipho "Tsunami" Taliwe di Perth, 6 Desember mendatang. Ini merupakan kali pertama Yordan (31-3, 23 KO) mempertahankan gelar yang direbutnya Juli lalu.

Saat itu Yordan mencatatkan rekor dengan menjadi petinju Indonesia pertama yang pernah menjadi juara di dua kelas saat mengalahkan petinju Argentina, Daniel "Tatu" Brizuela di Metro City Perth, Australia.

Yordan, 26 tahun, yang telah memulai karier pro sejak usia 17 tahun mengaku siap menghadapi lawannya. "Saya siap menghadapi siapa pun, di mana pun dan kapan pun. Saya tak sabar menunggu tanggal 6 Desember," katanya.

Sipho Taliwe sendiri bukan petinju sembarangan. Mengantungi rekor 21-3, 14 KO, ia pernah mengalahkan mantan juara dunia kelas bulu super IBF, Mzonka Fgana. Ia juga merupakan juara kelas bulu super WBC International. "Bersiaplah Australia dan Daud Yordan. Tsunami dari Afrika Selatan datang dan akan menjadi juara dunia kelas ringan IBO yang baru," ungkap Taliwe.

Di situs fightnews, diulas bagaimana persiapan panjang Taliwe menghadapi laga ini. Harinya dimulai dengan bangun pukul 04.30 untuk berlari sejauh 10-12km. Setelah beristirahat, ia melanjutkan dengan masuk gim untuk melakukan sparring 10 ronde, dilanjutkan memukul samsak 10 ronde, dan sesi latihan beban, serta senam.

Ketika ditanya persiapan menghadapi calon lawannya, Daud Yordan mengatakan bahwa sejak satu minggu ini dirinya menjalani latihan di Sasana Herrys Gym di Perth, Australia, di bawah arahan Craig Christian (pelatih sekaligus manajer Chris John).

"Saya sudah satu minggu ini latihan di Australia dengan fokus untuk peningkatan fisik dan latihan dengan teman tanding," kata petinju kelahiran Sukadana, Kalimantan Barat, 10 Juni 1987, tersebut.

Di malam pertandingan yang diselenggarakan Dragon Fire ini juga digelar mega tarung antara juara dunia super kelas bulu WBA Chris John (487-0-3, 22 KO) yang akan menghadapi juara dunia kelas bulu IBO, Simpiwe "V12" Vetyeka (25-2, 15 KO). Vetyeka meraih gelar juara dunia dengan menang TKO atas Daud Yordan di Jakarta, April lalu.

Penulis: deny budiman
Editor: Dodi Esvandi
BBC

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas