Adaptasi RISER ShaDaff di Sepang Memuaskan

Dua pegokart belia tim RISER ShaDaff Motorsport, Sergio Noor dan Adrian Hassan yang sama-sama bermain di kelas Mikro, tetap akan ditargetkan menjadi

Adaptasi RISER ShaDaff di Sepang Memuaskan
ist
Adrian Hassan dan Senna Noor diapit dua mekanik Jepang mereka yang baru, Gohki Hashimoto dan Hiromitsu Hattori. 

TRIBUNNEWS.COM, SEPANG - Dua pegokart belia tim RISER ShaDaff Motorsport, Sergio Noor dan Adrian Hassan yang sama-sama bermain di kelas Mikro, tetap akan ditargetkan menjadi dua pembalap berprestasi tahun ini.

Tim RISER ShaDaff yang komposisinya ada tiga pembalap senior dan dua pembalap junior memang terbilang sebagai tim profesional yang selalu berambisi meraih hasil maksimal di setiap laga mereka, baik itu event kejuaraan berseri maupun invitational race seperti yang baru saja dimainkan di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Sabtu-Minggu (23-24/1) kemarin.

Target di Invitational Race memang hanya sebagai adaptasi jelang tampil di enam seri ajang Asian Max Challenge (AMC) yang akan dimulai pada Februari hingga September mendatang.

Hasil di Invitational Race Sepang pun memuaskan. Meski belum sepenuhnya sukses, kelima pegokart: Adrian, Sergio, Barrichello Noor, Senna Noor, dan Shaquille sama-sama menunjukkan progres mumpuni di kelas masing-masing. Terlebih dengan mesin baru Evo yang dipakai kelima pegokart ini.

Sergio bahkan tampil spektakuler sejak babak kualifikasi hingga pre-final bisa menonjol di posisi pertama.

Sayang, jelang lap-lap terakhir, gokart Sergio bermasalah sehingga ia melorot di posisi keenam dan Adrian di peringkat ke-10.

Meski begitu, Sergio mengaku happy karena mulai tahun ini ditangani mekanik asal Jepang, Hiromitsu Hattori.

“Hattori-san cukup bersahabat dan cepat mengerti apa yang saya mau dengan gokart saya,” jelas Sergio, pelajar sekolah Mentari, Jakarta ini. 

Hal yang sama juga terjadi pada Senna yang baru pertama kali menjajal sasis Praga setelah sebelumnya memakai Sasis CRG.

“Sasisnya oke dan adaptasi sudah cukup baik, hanya memang keberuntungan masih menjauh karena sejak pre final sudah bisa di posisi pertama, tapi jelang akhir lomba, ban gokart saya justru kempes sehingga finis paling belakang,” jelas Senna yang sudah enam kali langganan Kejuaraan Dunia ini.

Meski begitu, Instruktur sekaligus manajer tim, Didi Soekardja mengaku bangga dengan pencapaian tim di ajang Invitational Race ini.

“Terpenting, anak-anak tetap bisa memberikan yang terbaik untuk para sponsor, Garuda, Telkomsel, dan KratingDaeng. Harapan kami di seri pembuka AMC pada Februari nanti, semua pembalap bisa mencapai hasil lebih baik lagi,” ucap Didi setibanya kembali di tanah air pada Senin (25/1) sore.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help