Asian Games 2018 Harus Disambut Rakyat Indonesia dengan Bangga kata Adhyaksa Dault

Indonesia bakal menjadi tuan rumah pesta olahraga bangsa-bangsa se-Asia pada tahun 2018

Asian Games 2018 Harus Disambut Rakyat Indonesia dengan Bangga kata Adhyaksa Dault
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Adhyaksa Dault 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia bakal menjadi tuan rumah pesta olahraga bangsa-bangsa se-Asia pada tahun 2018, Asian Games. Gelaran pesta olahraga empat tahunan ini diadakan di DKI Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault menilai bahwa  ini adalah sebuah momentum yang jangan disia-siakan oleh pihak manapun.

Apalagi, momentum olahraga dengan Asian Games ini harus bisa memantik semangat generasi muda untuk berprestasi dalam hal apapun khususnya moncer dalam urusan prestasi olahraga dan pelaksanaannya.

” Yang paling utama juga adalah dari sisi pelaksanaannya, Jakarta dan Palembang harus berlomba-lomba menunjukan kemampuan dalam pengelolaan perhelatan akbar yang akan di saksikan milyaran orang diseluruh dunia itu,” ungkap pria yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Pramuka itu.

Karena menata pelaksanaan bukanlah hal yang mudah seperti memutar telapak tangan. Kata ayah dua anak itu, dua kota besar tersebut harus terlihat bersih, tertib, aman dan nyaman sebagai etalase Indonesia. Lebih ciamik lagi, kedua kota besar ini harus bisa menunjukan kepribadian bangsa Indonesia yang disiplin , ramah dan jujur di mata dunia.

”Banyak sekali manfaat dari exposure ini , antara lain membangun kepercayaan dan meyakinkan dunia kepada Indonesia bahwa disinilah pusat ekonomi Asia. Tempat yang menguntungkan untuk berinvestasi, tempat yang aman, canggih dan lengkap untuk berbisnis. Tempat yang indah ,nyaman dan romantis untuk berwisata , tempat dimana masyarakatnya menghargai budaya yang tinggi, tempat yang tidak mahal biaya hidupnya, tempat yang nikmat kulinernya ,tempat yang bersih udaranya, cerah cuacanya, disinilah momentu saatnya tanah air kita unjuk gigi,” papar Adhyaksa.

Mengapa Asian Games harus disambut dengan suka cita dan dengan tangan terbuka ? karena menurut jebolan Institut Pertanian Bogor ini even Asian Games bukan even sembarangan. Perhelatan ini terjadi setelah 53 tahun berselang. Pada tahun 1962, imbuh Adhyaksa,  

Indonesia ditunjuk oleh Asian Games Federation  yang sekarang menjadi Olympic Council of Asia- untuk menyelenggarakan Asian Games ke 4.

Pria yang suka main gitar itu bercerita, pada saat itu Presiden Soekarno memerintahkan pembangunan kompleks olah raga Senayan yang didalamnya terdapat Stadion Utama yang berkapasitas 90,000 an orang, terbesar di Asia pada saat itu.

Bukan itu saja, masih kata Adhyaksa, Soekarno membangun Hotel Indonesia untuk memberikan akomodasi kepada atlet-atlet Asia.

” Jadi tidak ada alasan kita tidak menyambut Asian Games dengan sumringah. Kita harus happy, kita harus sambut even ini dengan kebanggaan,” kata Adhyaksa lagi. 

Adhyaksa memang sempat menyayangkan, dimana antusiasme masyarakat bahkan pemerintah saat ini kurang bergairah dalam menyambut Asian Games ke 18 tahun 2018 ini. Adhyaksa menilai pemerintah saat ini masih melihat olah raga belum menjadi gaya hidup di Indonesia ,dimana di negara lain olahraga menjadi bagian aktivas sehari hari dan sangat diperhatikan.

” Kita lihat saja Jakarta masih kurang fasilitas penunjang olah raga seperti Lapangan Sepak Bola , Lapangan basket ,volley ,badminton , kolam renang dan sebagainya. Di Luar Negri lapangan-lapangan tersebut tersedia disetiap district setingkat kelurahan dimana populasinya tidak lebih dari 50,000 jiwa. Kota mensyaratkan fasilitas fasilitas tersebut agar olah raga menjadi bagian gaya hidup,” urai Adhyaksa.

Dari sini prestasi dikatakan Adhyaksa Dault akan menyusul karena kompetisi kompetisi antar warga rutin dilakukan sehingga pembinaan Olah raga menjadi sangat mudah. Jakarta harus segera merevitalisasi kelurahan menjadikannya sebagai community center yang memfasilitasi bukan saja fasilitas olah raga tapi juga bisnis, budaya, kesehatan dan pendidikan.

"Lurah menjadi Estate manager yang profesional menjamin warga berprestasi baik dalam olah raga, pendidikan maupun bisnis. Maka akan lahir Olahraga yang berprestasi. Kita harus bisa sampai ke taraf ini, karena negara yang maju dilihat dari prestasi olahraganya,” jelas pria yang hobi manjat gunung dan makan bebek goreng itu.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved