Prancis Terbuka 2016

Anthony Sinisuka Ginting Tantang Jan O Jorgensen Unggulan Ketiga di Babak II

Berhasil lolos ke babak dua French Open Super Series 2016, Anthony Sinisuka Ginting akan langsung ditantang unggulan tiga asal Denmark, Jan O Jorgense

Anthony Sinisuka Ginting Tantang Jan O Jorgensen Unggulan Ketiga di Babak II
badmintonindonesia.org
Anthony Sinisuka Ginting di Taiwan Open Grand Prix Gold 2014. 

TRIBUNNEWS.COM, PARIS - Berhasil lolos ke babak dua French Open Super Series 2016, Anthony Sinisuka Ginting akan langsung ditantang unggulan tiga asal Denmark, Jan O Jorgensen.

Ini akan menjadi pertemuan ketiga Anthony dengan Jan O. Di dua pertemuan sebelumnya, Anthony belum pernah berhasil mencuri satu game pun dari Jan O.

Pertemuan terakhir mereka terjadi di BCA Indonesia Open 2016. Saat itu Anthony kalah tipis dengan 20-22 dan 23-23.

“Setelah ini saya akan diskusi dengan pelatih, seperti apa besok mainnya. Dengan Jan O sudah pernah ketemu dua kali dan selalu kalah. Jadi saya sudah tahu gimana permainan dia dan merasakan langsung pukulannya dia,” kata Anthony.

Sebelumnya di babak dua, Anthony sukses mengatasi wakil India, Ajay Jayaram. Ia menang setelah beradu di lapangan selama satu jam penuh, dengan skor akhir 20-22, 21-10 dan 21-18.

“Sama Ajay saya sudah pernah ketemu di kualifikasi Piala Thomas, awal tahun ini. Jadi sudah ada gambaran mau main seperti apa. Saya lebih menikmati permainan dan mengurangi kesalahan aja. Sama jangan mati-mati sendiri,” ujar Anthony.

“Saya mencoba melupakan permainan buruk saya di babak kualifikasi, supaya nggak menjadi beban dan kepikiran hari ini. Saya juga berusaha mengingat-ingat supaya kesalahan kemarin nggak keulang lagi,” kata Anthony lagi.

Sayang langkah sukses Anthony, tak diikuti wakil ganda putri, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani. Keduanya kalah dari unggulan satu, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, Jepang. 13-21 dan 18-21 menjadi skor akhir dari Anggia/Ketut hari ini.

“Kami mainnya sudah nothing to lose aja. Mengeluarkan yang terbaik dari kami. Mereka main lebih tenang dan lebih bisa mengatur tempo serta emosi di lapangan,” kata Anggia.

“Mereka mainnya safe dan mereka bisa cepat merubah tempo di lapangan. Kami banyak belajar tentang itu,” ujar Ketut.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help