Indonesia Turunkan 76 Pilot di Seri I Piala Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang

Genderang perang cabang olahraga udara Paralayang jelang Asian Games XVIII 2018 sudah dibunyikan.

Indonesia Turunkan 76 Pilot di Seri I Piala Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang
foto: OKKE GANIA
Persiapan jelang lepas landas saat kejuaraan Paralayang TROI 2016, di Gunung Tumpa, Manado, Sulawesi Utara. Merupakan bakal lokasi Seri I Piala Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang (PGAWC) 2017, 17-19 Maret mendatang. 

TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Genderang perang cabang olahraga udara Paralayang jelang Asian Games XVIII/2018 sudah dibunyikan.

Tim nasional (timnas) bayangan Indonesia sebanyak 18 pilot (sebutan bagi atlit olahraga dirgantara); 8 putri dan 10 putra, ingin membuktikan bahwa sasaran empat medali emas AG 2018 bukanlah sesuatu yang muluk, namun sanggup mereka capai.

Seri I Piala Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang (PGAWC/Para Gliding Accuracy World Cup) yang digelar di Taman Hutan Raya H.V. Worang, Gunung Tumpa, Manado, Sulawesi Utara, 17-19 Maret mendatang menjadi ujian perdana mereka.

Sebanyak 112 pilot, 18 diantaranya putri, asal 12 negara sudah mendaftarkan diri. Selain calon lawan kuat Indonesia di AG ’18; Thailand, Cina dan Jepang, terdapat Belarus, Boznia & Herzegovina, Filipina, Hong Kong, Inggris, Kanada, Korea Selatan, Serbia dan Singapura.

Tuanrumah Indonesia, selain menurunkan timnas bayangan, menyertakan 58 pilot lagi. Kejuaraan yang bersifat perorangan, tidak membatasi peserta tiap negara.

Seri I PGAWC Manado 2017 memperebutkan hadiah 750 Euro bagi juara pertama Kelas Umum dan Beregu dan 500 Euro bagi peringkat kedua, serta 350 Euro bagi peringkat ketiga.

Sedang di Kelas Putri, juara pertama mendapatkan 500 Euro, runner up 350 Euro dan juara ketiga 250 Euro.

Diakui sebagai surga olahraga udara dunia oleh Presiden Federasi Aeronautika Internasional (FAI), induk olahraga dirgantara dunia, Frits Brink, Indonesia kembali mendapat kepercayaan menggelar Seri PGAWC.

Setelah Painan (Sumatera Barat) pada 2013, Puncak (Jawa Barat/2014), Bukit Timbis, Bali (2015) dan Are Guling, Lombok (Nusa Tenggara Barat/2016).

Pengurus Federasi Aero Sport Indonesia Daerah (FASIDa) Sulawesi Utara bekerjasama dengan Perkumpulan Paralayang Minahasa, setelah mengajukan penawaran tahun lalu, berhasil meyakinkan pengurus PGAWC, bahwa Manado layak menggelar kejuaraan Paralayang tingkat dunia.

Halaman
1234
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help