Tiga Pasangan Ganda Indonesia Absen dalam Ajang BAC 2017

Nomor ganda putra dan ganda campuran tetap menjadi dua nomor andalan Indonesia

Tiga Pasangan Ganda Indonesia Absen dalam Ajang BAC 2017
Humas PBSI
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Indonesia tidak diperkuat oleh tiga pasangan ganda yang diharapkan menjadi andalan dalam ajang Badminton Asia Championships 2017. 

Ketiga pasangan yang absen itu adalah ‎Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo‎, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan‎ Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani.‎

Pasangan ganda putra rangking satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo tak dapat ambil bagian karena Marcus mengalami back injury sejak tiga hari yang lalu.

Sektor ganda campuran juga harus tanding tanpa pasangan terbaiknya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ini batal tanding karena Liliyana masih dalam pemulihan cedera lutut kanan.

Sementara itu, pasangan ganda putri Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani juga tak dapat berlaga di kejuaraan yang bakal digelar di Wuhan, Tiongkok, 25-30 April 2017. Anggia yang mengalami cedera hamstring paha kanan dinyatakan tak siap untuk menghadapi kejuaraan ini dan akhirnya memutuskan untuk mundur.

"Banyak pemain yang kondisinya tidak seratus persen. Tontowi/Liliyana, harus absen karena Liliyana masih mengalami cedera. Kalau Marcus/Kevin, mereka masih sakit. Sedangkan Anggia/Ketut, di Anggia ada masalah cedera hamstring," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti saat dikutip dari situs resmi PBSI, Jumat (21/4/2017).‎

"Kalau kami memberangkatkan atlet, tentunya kami mau hasil yang terbaik buat mereka. Jangan dipaksakan, jangan mentang-mentang rangking 10 besar dunia, tidak siap tetap berangkat. Mereka akan menjadi incaran lawan-lawannya, tentunya akan mempengaruhi kepercayaan diri mereka," kata Susy lagi.

Meskipun demikian, nomor ganda putra dan ganda campuran tetap menjadi dua nomor andalan Indonesia. Diujarkan Susy, BAC bukanlah target utama, karena para atlet lebih difokuskan ke Piala Sudirman 2017 yang akan berlangsung bulan Mei mendatang.

"Sebetulnya BAC ini turnamen perantara ya, fokusnya lebih ke Piala Sudirman. Kita kan tidak bisa menuntut atlet untuk juara terus di tiap pertandingan, tetapi sebaiknya sih setiap turnamen ada gelar untuk Indonesia ya, setidaknya satu gelar lah, dari sektor apapun," tambah Susy.

"Tidak usah disebut, ganda putra dan ganda campuran memang masih jadi andalan hingga saat ini, termasuk di BAC. Kan masih ada Praveen Jordan/Debby Susanto dan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi. Siapa tahu juga ada kejutan dari Jonatan Christie atau tim tunggal putra," tandasnya.

Penulis: Muhammad Zulfikar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help