Piala Sudirman 2017

Tim Piala Sudirman Indonesia Latihan Akurasi Pukulan dan Fisik

Sejak Jumat (19/5/2017) pagi hingga sore, tim Indonesia mendapatkan kesempatan melakukan latihan di lokasi pertandingan, di Gold Coast, Australia

Tim Piala Sudirman Indonesia Latihan Akurasi Pukulan dan Fisik
bola
Tim Piala Sudirman 2017 

TRIBUNNEWS.COM - Tim Piala Sudirman Indonesia masih punya tiga hari untuk mematangkan permainan sebelum bertemu India di ajang penyisihan grup Piala Sudirman 2017.

Selain adaptasi lapangan, seluruh atlet bulu tangkis juga melakukan latihan akurasi pukulan serta fisik.

Sejak Jumat (19/5/2017) pagi hingga sore, tim Indonesia mendapatkan kesempatan melakukan latihan di lokasi pertandingan, di Gold Coast, Australia.

Manajer tim, Susy Susanti, melihat langsung proses latihan. Ia menekankan pada para pemain supaya memaksimalkan latihan akurasi pukulan dan menjaga kondisi fisik.

Baca: Harry Kane Pencetak Gol Teratas

"Fisik tetap harus baik, tapi juga dijaga supaya tidak kendur saat bertanding nanti. Akurasi pukulan tetap menjadi menu penting, karena terkait konsentrasi pemain saat mendapatkan tekanan dari lawan. Jadi, akurasi tetap harus dijaga, karena itu yang efektif untuk menghasilkan poin," kata Susy.

Susy menjelaskan bahwa Indonesia bakal bertanding melawan India, Selasa (23/5/2017), artinya waktu yang ada dinilai cukup untuk melakukan latihan demi menajamkan apa yang sudah didapat selama latihan di pelatnas.

"Saya sampaikan ke semua pemain supaya memanfaatkan tiga hari ini dengan baik. Jangan sampai, waktu tiga hari ini sia-sia. Kebetulan dapat jatah latihan pertama, adaptasi sebaik mungkin dan jaga akurasi pukulan. Pastikan, pukulan yang maksimal dan tidak sembarangan, jadi hanya keluar lapangan," kata Susy.

Sembari menjalani latihan ringan, Susy berbincang dengan seluruh pemain. Ia menyampaikan bahwa tim yang bakal dihadapi di Grup D, yaitu India dan Denmark, sudah mulai maju dalam hal teknik permainan.

"Semua pemian punya ritmenya sendiri juga karakter. Jangan sampai kondisi yang sudah dimiliki justru tidak konsisten. Jangan sampai terbawa ritme lawan atau kemudian didikte. Manajemen fisik harus dijalankan, supaya kelelahan tidak lekas terjadi," kata Susy.

Berita Ini Juga Dimuat di KORAN SUPER BALL, Sabtu (30/5/2017)

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help