Home »

Sport

»

MotoGP

MotoGP

Dovizioso Heran Bisa Unggul Beruntun

Dovizioso bersama Ducati musim ini muncul sebagai penantang dua tim yang telah lama mendominasi, Yamaha dan Honda.

Dovizioso Heran Bisa Unggul Beruntun
zimbio.com
Andrea Dovizioso 

TRIBUNNEWS.COM - Salah satu tanda persaingan juara musim ini sulit diprediksi adalah munculnya Andrea Dovizioso yang bisa memenangkan dua seri balapan terakhir secara berturut-turut.

Dovizioso bersama Ducati musim ini muncul sebagai penantang dua tim yang telah lama mendominasi, Yamaha dan Honda.

Marc Marquez pernah menyebut pebalap Ducati musim ini telah masuk dalam persaingan calon juara dunia.

Dari tujuh seri, Maverick Vinales merebut tiga kemenangan. Pebalap Ducati, Andrea Dovizioso berhasil merebut dua kemenangan. Sedangkan dua kemenangan lainnya, masing-masing diraih oleh Marc Marquez dan Dani Pedrosa.

Dalam pernyataannya, Dovizioso merasa heran bisa merasakan dua kemenangan pada dua seri terakhir. "Aneh karena saya menang tanpa berusaha keras 100 persen dan ini belum pernah terjadi pada saya sebelumnya ... Saya tidak tahu mengapa kami memenangkan dua balapan terakhir," kata Dovizioso.

Setelah kemenangan keduanya dalam dua seri beruntun, Dovizioso menjelaskan faktor yang membuat dia menang dalam dua seri terakhir. Meski dibandingkan dengan rekan setimnya, Jorge Lorenzo, prestasi Dovizioso jauh berbeda, ada yang menganggap sesuatu yang aneh sedang terjadi.

"Kenyataannya adalah ...kenyataan pada balapan hari Minggu adalah saat itu matahari panas,  saat kita mengira cuacanya itu gerimis. Para pebalap tidak berkendara dengan batas terbaik mereka sendiri atau dengan batas kecepatan sepeda motor mereka, mereka mengendarai motor dengan memperhatikan kondisi aspal dan ban," kata Dovizioso.

Sehingga, balapan di Barcelona-Catalunya membuat situasi yang menyulitkan. Aspal lama yang lebih banyak digunakan, bergelombang, licin dan membakar ban, itulah sebabnya mengapa Michelin mengatakan ini adalah jalur paling menantang MotoGP, bahkan lebih buruk dari sirkuit Phillip Island. Dan saat suhu melebihi 50 derajat Celcius, membuat ada masalah pada ban.

Dovizioso memenangi balapan kedua berturut-turut karena timnya bekerja dengan baik dan karena ia melaju dengan baik, dengan menggunakan tenaga kuda Desmosedici yang sangat cerdik. Dia melesat lembut dengan gaya halus sehingga ban belakangnya taman dan dia tidak mengerem terlalu agresif untuk menjaga ban depan.

Penulis: Muhammad Barir
Editor: Husein Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help