Pelari asal Afrika Diprediksi Mendominasi Ajang Maybank Bali Marathon

Pada berbagai kejuaraan lari 'road race' di Indonesia, acap kali podium juara didominasi oleh pelari-pelari asal Afrika.

Pelari asal Afrika Diprediksi Mendominasi Ajang Maybank Bali Marathon
ist
Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) Taswin Zakaria (tengah) bersama Project Director Maybank Bali Marathon 2017 Eri Budiono (kedua dari kiri) dan jajaran direksi PT Bank Maybank Indonesia Tbk, mengumumkan penyelenggaraan lomba lari internasional Maybank Bali Marathon 2017 di kantor pusat Maybank Indonesia (16/3). Pada lomba yang memasuki tahun keenam penyelenggaraan ini, Maybank Indonesia melakukan pengembangan rute baru serta sejumlah penyegaran dan penyempurnaan untuk membuat event menjadi lebih semarak. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Pada berbagai kejuaraan lari 'road race' di Indonesia, acap kali podium juara didominasi oleh pelari-pelari asal Afrika.

Baca: PB PASI Siapkan Atlet dari Berbagai Daerah untuk Ikuti Bali Marathon

Hal tersebut diprediksi juga bakal terjadi pada perhelatan Maybank Bali Marathon 2017.

Wakil Ketua Bidang Organisasi Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Umaryono menyebut pola latihan antara atlet-atlet lokal dan atlet asal negara-negara Afrika seperti Kenya dan Ethiopia tidak lah jauh berbeda.

Namun, sambungnya, fisik dan kondisi alam tempat mereka berlatih, berbeda dengan atlet tanah air.

"Kalau latihan kan sama saja sama kita, tapi alamnya berbeda, alam di sana benar-benar untuk bertahan hidup, fisiknya juga berbeda," ujarnya kepada wartawan usai acara konfresi pers Maybank Bali Marathon, di Sentral Senayan III, Jakarta Selatan, Rabu (9/8/2017).

Sementara itu atlet-atlet dari negara Eropa tidak bisa mendominasi di ajang perlombaan lari yang digelar di tanah air, antara lain karena kelembaban yang berbeda.

Menurut Umarynono umumnya pelari-pelari Eropa lebih rentan terhadap udara lembab seperti di Indonesia, sedangkan pelari asal Afrika lebih bisa menghadapi situasi tersebut.

Presdir Maybank Indonesia, Taswin Zakaria, dalam kesempatan yang sama mengatakan Bali Marathon tahun ini rencanannya diikuti oleh 9000 orang pelari, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 7.500 peserta.

"Jadi ada peningkatan dua puluh persen," ujarnya.

Di antara WNA yang ikut berpatisipasi dalam Bali Marathon tahun ini, di antaranya adalah Kennedy Lilian Kiptoo, yang tiga kali menjuarai Bali Marathon sejak 2012 lalu.

Pelari asal Kennya itu juga merupakan pemegang rekor tercepat Bali Marathon, dengan catatan waktu 2 jam 16 menit 54 detik pada 2012 lalu.

Selain itu juga akan ikut berpartisipasi David Cheruiyot asal Kenya, yang merupakan juara Ottawa Marathon 2007, serta Henry Kipsang yang juga berasal dari Kenya, yang merupakan juara Dongguan Songshan Lake International Marathon pada 2016 lalu.

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help