Paige VanZant Tidak Bedakan Pertarungan dan Dansa

Menurut Paige, dansa dan pertarungan di ring telah bersenyawa dalam darah dan dagingnya

Paige VanZant Tidak Bedakan Pertarungan dan Dansa
Harian Super Ball
Harian Super Ball edisi Kamis (14/8/2017) halaman 11 

TRIBUNNEWS.COM - Biasanya orang tua kerap bertanya pada anak-anak mereka, jika besar nanti ingin jadi apa?

Namun, apa yang diucapkan oleh anak-anak memang belum tentu terlaksana, karena saat dewasa, mereka memiliki ketertarikan pada hal yang lain.

Seperti yang kini sedang dilakoni oleh gadis bernama Paige Michelle VanZant. Saat masih anak-anak, Paige VanZant tertarik pada aksi balerina.

Oleh sebab itu, orang tua memasukkannya les balet. Bahkan, saat memasuki usia 13 tahun, Paige telah menguasai dasar-dasar tarian balet dan dansa ala jazz, hip-hop, dan klasik.

Namun, ternyata kesukaan dan ketertarikannya itu, berubah 180 derajat ketika Paige mulai penasaran pada aksi para petarung UFC-MMA (ultimate fighting championship-mixed martial art).

Akhirnya, Paige mendapatkan izin mengikuti latihan bela diri jiu-jitsu, judo, taekwondo, dan kemudian mendalami olahraga tinju.

"Saat berubah pilihan itu, saya masih berusia 18 tahun atau 19 tahun. Tapi, kini saya justru sangat menikmati dua hal yang berbeda. Saya memiliki kemampuan beladiri kombinasi, tapi di sisi lain, saya memiliki gerak tubuh yang sangat lentur, karena pernah mendalami ilmu balet dan dansa. Namun, untuk kedua hal itu saya tidak pernah membedakannya. Saya tetap menjalaninya dengan profesional," kata Paige, seperti dikutip washingtonpost.com dan The Sun.

Dalam kesehariannya, Paige nyaris tidak pernah absen di ajang pertarungan maupun aksi dansa.

Baca: Indra Sjafri: Indonesia Siap Hadapi Siapapun

Gadis kelahiran Dunde, Oregon, Amerika Serikat, ini, kerap mendapat pujian dari penonton, baik saat di ring maupun arena dansa.

Halaman
12
Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help