Haridarma Manoppo Juara ITCC Indonesian Sentul Series of Motorsport Berkat GT Radial

Sukses Haridarma Manoppo meraih posisi pertama sekaligus gelar juara nasional ITCC di seri 5 Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISSOM)

Haridarma Manoppo Juara ITCC Indonesian Sentul Series of Motorsport Berkat GT Radial
ist
Haridarma Manoppo dan Steni Mulyadi (kiri) 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Sukses Haridarma Manoppo meraih posisi pertama sekaligus gelar juara nasional ITCC di seri 5 Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISSOM), di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/9/2017) mendapat apresiasi positif dari PT Gajah Tunggal Tbk, selaku produsen ban merk GT Radial yang menjadi andalan duet pembalap TTI, Haridarma dan Alinka Hardianti. 

Tak heran karena Haridarma dan Alinka sama-sama memakai ban GT Radial Champiro SX2 sebagai ban resmi mereka bersaing ketat di kelas kejurnas ITCC di Sirkuit Sentul.

Hasilnya, Haridarma finis pertama hingga mampu mengamankan posisi gelar juara nasional saat balapan masih menyisakan dua seri lagi.

Sementara Alinka meraih posisi ketiga setelah pembalap Honda Racing Indonesia, Alvin Bahar di tempat kedua. 

Haridarma dan Alinka Hardianti di podium
Haridarma dan Alinka Hardianti di podium (ist)

"Hasil ini sangat membanggakan. Haridarma sudah meraih gelar juara di seri 5 ini. Kami mengapresiasi kerjasama dengan TTI, karena lewat para pebalap TTI kami bisa melakukan riset dan pengembangan untuk memproduksi ban yang lebih bagus lagi. Semoga kerja sama ini terus berjalan di tahun-tahun mendatang dan harapan besar kami tetap bisa mendukung seluruh kegiatan olahraga otomotif di tanah air," papar Steni Mulyadi, General Manager Marketing PT Gajah Tunggal Tbk, usai balapan. 

Steni menambahkan, pihaknya sama sekali tak menyediakan ban khusus untuk TTI. Artinya, ban GT Radial Champiro SX2 yang dipakai Haridarma dan Alinka adalah ban yang di produksi masal yang juga dipakai pembalap lain di Sentul. 

"Ban yang dipakai pebalap TTI (Champiro SX2) ini sama saja dengan yang dijual di pasaran. Jadi tidak ada ban khusus, tapi kami memang selalu mengumpulkan data-data baru setiap mereka balapan sehingga bisa menghadirkan ban paten untuk mereka menang di setiap balapan," tuturnya.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help