Imam Nahrawi dan Menpora Lebanon Tandatangani Letter of Intent Bidang Pemuda dan Olahraga

Kesepakatan itu tertuang dalam Letter of Intent (LOI) yang ditandatangani oleh Menpora dan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Lebanon

Imam Nahrawi dan Menpora Lebanon Tandatangani Letter of Intent Bidang Pemuda dan Olahraga
Istimewa
Menpora Imam Nahrawi dan Menpora Lebanon Mohammad Fneish tandatangani Letter of Intent bidang Pemuda dan Olahraga 

TRIBUNNEWS.COM, LEBANON - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora), Imam Nahrawi didampingi Duta Besar RI untuk Lebanon H. Achmad Chozin Chumaidy pada kunjungan kerja di Lebanon melakukan kesepakatan kerjasama di bidang olahraga dan budaya.

Kesepakatan itu tertuang dalam Letter of Intent (LOI) yang ditandatangani oleh Menpora dan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Lebanon Mohammmad Fneish di Beirut, Jumat (10/112017) lalu.

Kerjasama ini bertujuan mendorong dan meningkatkan hubungan kedua negara yang sudah terjalin erat cukup lama.

Dalam Letter of Intent itu disebutkan kedua belah pihak berkeinginan saling bertukar pengalaman dan pengetahuan di bidang kepemudaan dan keolahragaan.

Serta akan membentuk MOU kerjasama di masa mendatang. Kedua negara juga akan saling mengembangkan olahraga yang menjadi keunggulan masing-masing negara.

Dalam kesempatan ini, Menpora Nahrawi turut mengundang para atlit-atlit Lebanon untuk berpartisipasi dalam Asian Games ke-18 tahun 2018 yang akan dilaksanakan di Indonesia.

Menpora akan mengundang Menteri Fneish ke Indonesia untuk kemudian dapat menandatangani MOU bidang pemuda dan Olahraga antara Indonesia – Lebanon tahun mendatang.

Menpora Imam Nahrawi main Tenis Meja di Lebanon
Menpora Imam Nahrawi main Tenis Meja di Lebanon (Istimewa)

Hubungan Indonesia dan Lebanon bernilai historis. Setelah Mesir, Lebanon menjadi salah satu negara yang paling awal mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia pada 1947.

Saat banyak negara belum menyatakan pengakuan terhadap eksistensi Republik Indonesia, Lebanon bersama beberapa negara Timur Tengah lainnya memberikan pengakuan secara de facto dan de jure, ketika Republik Lebanon dipimpin oleh Presiden Bekhara el-Khouri.

“Hubungan erat yang historis itu pantas untuk terus dieratkan, Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam hal ini berinisiatif meningkatkan kerjasama, terutama di bidang keolahragaan,” kata Menpora Imam Nahrawi.

"Kami berencana akan membantu pengembangan olahraga di Lebanon khususnya dalam dua cabang olahraga yang menjadi keunggulan Indonesia yaitu bulutangkis dan pencak silat," kata Imam Nahrawi. 

Penulis: Husein Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help