Jusuf Kalla Ingatkan Tiga Hal Penting yang Menjadi Fokus dan Perhatian Pengalawan Asian Games

Wakil Presiden, Jusuf Kalla yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Asian Games 2018 memimpin rapat terbatas terkait prestasi atlet jelang As

Jusuf Kalla Ingatkan Tiga Hal Penting yang Menjadi Fokus dan Perhatian Pengalawan Asian Games
tribunnews.com/majid
Wakil Presiden, Jusuf Kalla yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Asian Games 2018 saat memimpin rapat terbatas terkait prestasi atlet jelang Asian Games 2018 di di Gedung Perjuangan dan Soliditas Atlet Asian Games 2018, Sekretariat CdM Komplek STIK-PTIK, Jl Tirtayasa No 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/3) pagi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Presiden, Jusuf Kalla yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Asian Games 2018 memimpin rapat terbatas terkait prestasi atlet jelang Asian Games 2018 di di Gedung Perjuangan dan Soliditas Atlet Asian Games 2018, Sekretariat CdM Komplek STIK-PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/3/2018) pagi.

Dalam rapat tersebut, Wapres Jusuf Kalla memberikan tiga arahan yang menjadi fokus dan perhatian pengawalan Asian Games.

Pertama, tentang infrastruktur. Dukungan biaya yang besar diharapkan nanti menjadi warisan untuk sarana prasarana pengembangan olahraga di masa mendatang yang lebih baik. Syaratnya, pasca Asian Games harus ada event-event olahraga secara berkesinambungan.

Kedua, tentang pelaksanaan, menjadi tanggung jawab INASGOC untuk terus mempersiapkan diri demi menjaga kehormatan bangsa.

Dan ketiga, ini yang sangat penting yaitu peran cabor untuk menggenjot kualitas para atletnya dalam mengejar capaian tertinggi prestasi yang dapat diraih.

“Sekarang sudah ada otonomi tersendiri bahwa keuangan langsung ke cabor dengan penyaluran melalui Kemenpora. Hal ini merupakan kepercayaan sekaligus kesempatan yang diberikan pemerintah kepada cabor,”  kata Wapres dalam pembuka rapat.

Pada perhelatan terakhir Asian Games Incheon Korea Selatan, Indonesia hanya mampu bertengger dijajaran negara-negara Asia pada posisi 17 dengan raihan 4 emas 5 perak 11 perunggu.

Suatu tugas berat yang harus diperjuangkan bila cita-cita masuk 10 besar ingin benar-benar diraih saat kesempatan emas menjadi tuan rumah ini, karena menurut hitung-hitungan perlu minimal 16 emas.

“Sukses prestasi merupakan ukuran capain tertinggi. Sehebat apa pun infrastruktur yang dibangun, sebaik apa pun penyelenggaraan, ujungnya yang diingat kita nomor berapa, itu yang akan melekat dipikiran masyarakat hingga puluhan tahun,” ujar Wapres. 

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved