Tenaga Fisioterapi di Indonesia Masih Jauh dari Cukup

Jumlah tenaga fisioterapi di Indonesia satu banding lima ribu ketimbang Jepang.

Tenaga Fisioterapi di Indonesia Masih Jauh dari Cukup
TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA/DENI DENASWARA
TERAPI OTOT : Penjaga gawang Persib Bandung I Made Wirawan menjalani terapi otot kaki bersama fisioterapi Sigit Pramudya saat pemain lainnya mengikuti latihan di Stadion Persib, Bandung, Kamis (6/3). Made Wirawan terpaksa absen lawan Barito Putera akibat cedera pada otot kaki. (TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA) 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum IFI (Ikatan Fisioterapi Indonesia), Ali Imron memaparkan jumlah tenaga fisioterapi di Indonesia masih terlampau jauh ketimbang negara lainnya.

Sebut saja Singapura, Malaysia, dan Jepang yang lebih mendominasi dari jumlah penduduknya.

"Yang butuhkan sebanyak 12 ribu. Dari jumlah itu bekerja di 1.300 di rumah sakit, dan puluhan di puskesmas. Kita di Indonesia, devisit 30 ribu orang fisioterapi," papar Ali Imron saat ditemui di acara ulang tahun ke 50 Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI), Jakarta, belum lama ini.

Di tanah air, lanjutnya, satu orang fisioterapi ideal menangani 35 ribu orang.

Sedangkan di Jepang, satu orang fisioterapi hanya mengatasi 5 ribu orang, atau satu banding 5 ribu.

Saat ini makin banyak sekolah yang menyediakan jurusan fisioterapi.

Ini adalah sekolah yang terbilang murah dibanding jurusan tenaga kesehatan lainnya.

"Untuk sekolah fisioterapi enggak mahal. Karena lebih murah dari pada profesi kesehatan lainnya," tambahnya.

Penulis: Reynas Abdila
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved