Olimpiade 2020

Indonesia Perkenalkan Pencak Silat kepada Dunia

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengambil langkah menghadiri pertemuan federasi pencak silat dunia di Den Haag, Rabu (24/10/2018).

Indonesia Perkenalkan Pencak Silat kepada Dunia
Tribunnews.com
Pencak silat tampil dalam pertemuan federasi pencak silat dunia di Den Haag, Belanda, Rabu (24/10/2018). 

TRIBUNNEWS.COM -  Pemerintah Indonesia mendorong cabang olahraga pencak silat agar bisa dipertandingan di ajang empat tahunan Olimpiade Tokyo 2020.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengambil langkah menghadiri pertemuan federasi pencak silat dunia di Den Haag, Belanda, Rabu (24/10/2018).

Pencak silat untuk pertama kalinya telah dipertandingkan di level internasional pada Asian Games 2018 lalu.

"Pemerintah Indonesia dengan bangga mengenalkan pencak silat kepada dunia. Pencak silat terdiri dari empat aspek yakni olahraga, bela diri, seni budaya, dan mentap spiritual. Keempat aspek itulah yang membuat pencak silat memukau dan bisa diterima masyarakat internasional," kata Menpora.

Penambahan keanggotaan federasi yang saat ini berjumlah 49 memang merupakan syarat mutlak agar pencak silat bisa masuk ke Olimpiade. 

Pasalnya, IOC (Komite Olimpiade Internasional) mematok persyaratan minimal terdapat 70-75 negara anggota agar pencak silat bisa dipertandingkan di Olimpiade.

"Untuk masuk Olimpiade, pemerintah tidak akan berhenti mendorong pencak silat ke pentas dunia. Kemenpora bersama Kemenlu nanti akan terus bekerja bersama-sama mengembangkan ke negara-negara lainnya," sambung Menpora yang didampingi Duta Besar RI untuk Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja dan Ketua Pencak Silat Belanda, Olivier Blancquaert.

Saat ini, 49 anggota federasi pencak silat dunia paling banyak berasal dari Asia dan Eropa. Di mana Asia memiliki jumlah 18 negara dan Eropa 15 negara.

18 negara Asia tersebut yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Kamboja, Jepang, Korea, India, Laos, Myanmar, Pakistan, Filipina, Thailand, Vietnam, Kazakstan, Tajikistan, Turmenistas, dan Kyrgyztan.

Sedangkan anggota dari Eropa terdiri dari Austria, Belgia, Belanda, Bosnia, Denmark, Prancis, Jerman, Yunani, Italia, Norwegia, Portugal, Spanyol, Swiss, Turki, dan Britania Raya.

Anggota terbanyak ketiga berasal dari Timur Tengah dengan jumlah tujuh negara. Diantaranya Yordania, Kuwait, Oman, Palestina, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Diikuti empat anggota dari Amerika yakni Kanada, Cile, Amerika Serikat, dan Suriname. Tiga anggota dari Afrika yaitu Mesir, Maroko, Afrika Selatan. Serta dua dari Oseania yakni Australia dan Selandia Baru.

Penulis: Reynas Abdila
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved