Jelang Olimpiade 2020, Cabor Angkat Besi Dapat Perhatian Khusus dari Pemerintah

Presiden Joko Widodo juga meminta kepada seluruh cabang olahraga untuk mejalankan pemusatan latihan nasional

Jelang Olimpiade 2020, Cabor Angkat Besi Dapat Perhatian Khusus dari Pemerintah
Dok: Kemenpora
Menpora Imam Nahrawi dan Eko Yuli saat berfoto di area Istana Negara seusai mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo, Kamis (8/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengatakan, Presiden Joko Widodo menginginkan cabang olahraga prioritas, salah satunya Angkat Besi mendapat perhatian yang lebih jelang Olimpiade Tokyo 2020.

Pernyataan itu Menpora sampaikan dalam jumpa pers pemberian bonus kepada Eko Yuli Irawan yang baru saja meraih gelar juara dunia Angkat Besi 2018, Ashgabat, Turkmenistan, Minggu (4/11/2018).

“Pak presiden benar-benar konsen bahwa cabang-cabang olahraga Indonesia betul-betul mendapatkan porsi yang lebih daripada yang lain, karena itu pemerintah menaikan grade nya, bukan hanya pencapain prestasi di SEA Games tapi Asian Games dan Olimpiade,” ujar Imam Nahrawi di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

“Seperti yang kita tahu bersama bahwa angkat besi, badminton, dan beberapa cabang olahraga lain yang sudah biasa memberi harapan bagi Indonesia, di Olimpiade ini akan kami maksimalkan. Termasuk angkat besi akan mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Karenanya sudah barang tentu akan ada modal tambahan untuk pembiayaan try out menuju Olimpiade 2020 itu harus betul-betul diperhatikan dengan baik,” sambungnya.

Tak hanya itu, menurut Menpora, Presiden Joko Widodo juga meminta kepada seluruh cabang olahraga untuk mejalankan pemusatan latihan nasional (Pelatnas) dengan jangka panjang, seperti yang dilakukan PB PABBSI.

“Kemudian yang kedua bapak Presiden betul-betul meminta kepada seluruh cabang olahraga agar pelatnas jangka panjang menjadi suatu yang mutlak. Tidak boleh terputus pascaAsian Games kemarin langsung kembali ke pelatnas tidak kembali ke kampung atau rumah masing-masing, karena pasti kalau kembali ke rumahnya pasti tidak ada penanganan yang baik,” ujar Menpora.

“Dan PABBSI sudah melakukan itu, pascaAsian Games ternyata atletnya tidak boleh pulang, hasilnya sekarang kita lihat bagaimana pencapaiannya, rekor dunia yang ditorehkan oleh Pak Eko (Yuli),” pungkasnya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved