Matras Gulat Asian Games 2018 Segera Dihibahkan ke PP PGSI

Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI) memperoleh hibah sebanyak enam matras yang dipakai kompetisi gulat Asian Games XVIII/2018 l

Matras Gulat Asian Games 2018 Segera Dihibahkan ke PP PGSI
ist
Mohammad Amir 

TRIBUNNEWS.COM, GROBOGAN - Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI) memperoleh hibah sebanyak enam matras yang dipakai kompetisi gulat Asian Games XVIII/2018 lalu. Keenam matras tersebut dihibahkan oleh Kantor Kemenpora.

"Dari keterangan yang kami peroleh pihak Kemenpora menginginkan keenam matras tersebut diserahkan kepada kita secepatnya, sebagaimana hibah ke cabor-cabor lainnya," ungkap Sekjen PP PGSI Dr.Mohammad Amir, Kamis (6/12/2018) di Grobogan, Purwodadi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kemenpora menghibahkan seluruh perangkat pertandingan cabor-cabor Asian Games XVIII/2018 kepada cabor-cabor tersebut.

Termasuk gulat. Enam matras yang bernilai sekitar Rp9 miliar itu saat ini masih tersimpan di sebuah gudang yang disewa Inasgoc (Panitia Penyelenggara Asian Games Indonesia) di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Total ada 19 items perangkat pertandingan eks Asian Games 2018 yang akan diserahkan ke PP PGSI, kemungkinan besar 15 Desember nanti," jelas Mohammad Amir, jaksa negara di Kendari, Sultra.

Menurut rencana, keenam matras dan berbagai perangkat pertandingan eks Asian Games 2018 itu akan disimpan di sebuah tempat milik PP PGSI di kawasan Sunter, Jakarta Utara.

Di situ juga akan ditempatkan empat matras milik PP PGSI yang saat ini tengah dipakai di Kejurnas U-23 di Grobogan, Purwodadi, Jateng.

"Empat matras yang sekarang dimanfaatkan untuk Kejurnas U-23 di Grobogan ini akan langsung dibawa ke Jakarta begitu eventnya selesai," tutur Mohammad Amir, yang mengemban amanah Ketua Umum PP PGSI Trimedya Panjaitan untuk mengawasi Kejurnas U-23 hingga selesai, Minggu (9/12) nanti.

PP PGSI 2018-2022 dibawah kepemimpinan Trimedya Panjaitan memang tengah menggalakkan tertib organisasi dan administrasi. Politisi PDIP yang Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini bertekad menerapkan "clean government" selama lima tahun masa kepengurusannya.

Dalam konteks itu, dia memberlakukan "reward & punishment" kepada jajaran wasit yang bertugas di Kejurnas U-23 di Grobogan, Purwodadi, ini.

Wasit yang terbukti melakukan tindakan tak terpuji, akan dikenai skorsing dengan sanksi terberat tidak bisa bertugas selama masa kepengurusannya.

Sebaliknya, wasit yang diketahui bertugas dengan sangat baik, akan diberi penghargaan berupa uang sebesar Rp5 juta.

Penulis: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved