Perempuan Tingkatkan Prestasi Olahraga Indonesia Bakal Diberdayakan Komite Olimpiade Indonesia

Erick Thohir sebagai Ketua Umum KOI, tetap fokus pada pengembangan Olahraga di Indonesia yaitu mengangkat isu tantangan Perempuan di Olahraga.

Perempuan Tingkatkan Prestasi Olahraga Indonesia Bakal Diberdayakan Komite Olimpiade Indonesia
ist
Forum Group Discussion (FGD) Tantangan Perempuan Indonesia di Olahraga 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah kesibukan menjalankan tugas-tugasnya, Erick Thohir sebagai Ketua Umum KOI, tetap fokus pada pengembangan Olahraga di Indonesia yaitu mengangkat isu tantangan Perempuan di Olahraga.

Sekjen KOI, Hellen Sarita Delima atas tugas dari Ketua Umum KOI, Jumat (18/1/2019) menggelar Forum Group Discussion (FGD) Tantangan Perempuan Indonesia di Olahraga yang dilaksanakan di Gedung FX Senayan Jakarta,.

Misinya, pasca Perhelatan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang 2018 lalu, Indonesia harus membenahi diri menuju persiapan menghadapi SEA Games XXX di Philipina, 30 November-11 Desember 2019, Olimpiade Tokyo 2020.

Salah satu yang mau dipersiapkan adalah bagaimana mencari solusi terhadap "Tantangan Perempuan di Olahraga Menuju Prestasi."

Hal ini adalah merupakan suatu inspiring untuk mendorong Women in Sports memaksimalkan perannya mengangkat prestasi olahraga Indonesia.

Strategi FGD ini adalah merumuskan poin-poin penting terkait peran Women in Sport sebagai persiapan Workshop yang akan digelar dalam waktu dekat, dengan tujuan agar "Pemberdayaan Perempuan di Olahraga" perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak, terutama dari pemerintah agar membuat aturan hukum.

Ada tiga dasar dari Focus Group Discussion yang berafiliasi pada Olympic Charter 2018. Pertama, Kesetaraan Gender di berbagai level, antara lain : Pengurus Organisasi Cabang Olahraga (PP/PB), Administrator, Pelatih, Wasit dan Atlit. Kedua, bebas dari segala bentuk kekerasan dan Diskriminasi dan Ketiga, Anti Doping.

Untuk melindungi kepentingan Woman in Sport, maka, KOI akan membentuk yang namanya Dewan Konsultasi Perempuan di Olahraga.

"Tujuannya, agar ke depan masalah-masalah yang dihadapi oleh perempuan yang membutuhkan pendampingan dapat langsung tertangani secara profesional. Tentunya harus juga didukung oleh berbagai pihak terutama pemerintah," ungkap Erick Thohir.

Usai penyusunan rumusan tersebut, kata Hellen Sarita Delima, Tim Women in Sports akan meminta waktu bertemu Komisi X DPR-RI dan Menteri Pemberdayaan Wanita, Yohana Yambise.

Halaman
12
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved