Imam Nahrawi Tegaskan lagi Soal Bonus Rumah Bagi Atlet Berprestasi di Asian Games 2018

Imam Nahrawi sebelumnya menyatakan bahwa bonus rumah untuk peraih medali emas Asian Games 2018 untuk lahan atau tanahnya disediakan oleh atlet bersang

Imam Nahrawi Tegaskan lagi Soal Bonus Rumah Bagi Atlet Berprestasi di Asian Games 2018
tribunnews.com/oro
Imam Nahrawi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sebelumnya menyatakan bahwa bonus rumah untuk peraih medali emas Asian Games 2018 untuk lahan atau tanahnya disediakan oleh atlet bersangkutan.

Namun, pernyataan itu ia klarifikasi dan mengatakan bahwa tanahnya disediakan oleh Pemerintah Daerah, bukan atlet.

“Tanahnya tidak memungkinkan dari atlet. Mungkin akan disiapkan oleh pemerintah daerah,” kata Menpora seusai pelepasa Timnas Futsal Tuna Netra Indonesia di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamsi (14/2/2019).

Deputi III bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta pun menjelaskan secara gamblang terkait bonus rumah yang akan diterima oleh peraih medali emas Asia Games.

Alasan yang mendasari kalau tanah tidak boleh disediakan oleh atlet, lantaran hal itu tidak sesuai dengan aturan yang menyebut bahwa Kemeterian PUPR tidak boleh membangun di atas tanah pribadi.

“Bonus rumah itu ternyata rumah tok, tidak dengan tanah, tanah harus disediakan oleh pemerintah, karena PU tidak bisa membangun rumah tersebut dengan aset pribadi, jadi harus dari aset pemerintah juga, setelah selesai dibangun nanti akan ditempatkan atlet yang bersangkutan, jadi PU juga tidak bisa menyediakan, jadi kami sedang komunikasi dengan pemerintah daerah masing-masing, jadi daerahnya itu menyediakan tanahnya. Dulu kita berpikir hadiah rumah ada tanahnya, tapi saat ide tanah dari pribadi, secara aturan ditolak oleh PU, karena membangun aset atau rumah tidak bisa dengan tanah pribadi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Isnanta menjelaskan dalam hal ini Kemenpora hanya betugas untuk berkomunikasi dengan Pemda setempat terkait tanah yang disediakan .

Setelah itu tanah tersebut akan dilaporkan kepada Kementeria PUPR dan disurvei. Jika layak, Kementerian PUPR akan membangunnya dengan tipe 36.

“Tanah itu semua dokumen kepemilikannya akan dikaji secara cepat oleh PU, termasuk syarat-syarat sahnya, terus pembangunan pasti PU dan dilaksanakan tahun ini. Lalu, yg disuruh komunikasikan dengan pemda adalah kita kemenpora. Kita harus sowan ke daerah,”

“PU nanti ngurus semua, proses administrasi untuk syarat tanahnya, seperti sertifikatnya, jadi jangan ada masalah lagi tentang ini sampai prosesi serah terima kepemilikan, itulah tugas kita, karena kita hanya memfasilitasi. Tahun ini sudah disiapkan 86 sesuai data peraih emas AG,” pungkasnya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved