Ogilvy Adakan Diskusi Industri Olahraga: 'Sports The Sleeping Giant in Indonesia'

Sebagai platform yang mempersatukan masyarakat, olahraga juga meningkatkan ekonomi dan nilai bisnis bagi korporasi.

Ogilvy Adakan Diskusi Industri Olahraga: 'Sports The Sleeping Giant in Indonesia'
Tribunnews/Abdul Majid
Azrul Ananda, CEO dan Founder DBL Indonesia saat menjadi pembicara di Ogilvy Do Debate dengan tema Sports The Sleeping Giant in Indonesia di The Maj, Jakarta, Rabu (24/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan periklanan, pemasaran dan hubungan masyarakat asal Amerika Serikat, Ogilvy mengadakan acara Ogilvy Do Debate dengan tema 'Sports The Sleeping Giant in Indonesia' di The Maj, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Acara diskusi bisnis dan marketing yang dihadiri oleh para pemimpin bisnis antara lain CEO dan founder DBL Indonesia Azrul Ananda, Mira Sumanti Brand and Creative Googke South East Asia, Erwin Suganda selaku Creative Director UBS Gold dan lainnya bertujuan untuk mengajak para pemimpin bisnis dan institusi olahraga untuk melihat peluang industri olahraga di Indonesia sebagai potensi bisnis dan ekonomi yang masih terus berkembang.

“Olahraga sudah terbukti di banyak negara di dunia sukses mempersatukan masyarakat. Di negara-negada besar seperti Amerika Serika dan China, kami melihat langsung pertumbuhan alahraga membantu mempersatukan berbagai golongan, menciptakan kesamaan lintas lapis masyarakat,” ujar Scott Kronick, Chief Executive-Asia, Public Relations and Influence Ogilvy.

Seperti diketahui, Ogilvy adalah konsultan yang ditunjuk untuk Asian Games 2018, PON 2020, Olimpiade Beijing pada 2008, Special Olympics World Games Abu Dhabi 2019, serta untuk beberapa perusahaan multinasional dan merek nasional yang menjadi sponsor untuk acara olahraga kelas dunia. 

Ogilvy Indonesia adalah Agen Kreatif Tahun 2017-2019 di Campaign Asia Pacific Agency of the Year.

Sebagai platform yang mempersatukan masyarakat, olahraga juga meningkatkan ekonomi dan nilai bisnis bagi korporasi. 

Di Asian Games 2018 misalnya, INASGOC dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menyebutkan bahwa perhelatan ini mengkontribusikan setidaknya Rp 3,6 triliun baik dari penonton, turis asing, juga partisipan.

Untuk itu, dalam kesempatan diskusi, Azrul Ananda, CEO dan Founder DBL Indonesia mengatakan bahwa momen kesuksesan Asian Games harus terus dimanfaatkan dengan baik, salah satunya untuk menumbuhkan ekonomi Indonesia.

“Asian Games seperti sekam yang sudah sukses dibakar. Sehingga butuh untuk terus dipanaskan agar baranya tetap hidup untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia umumnya dan industri olahraga pada khususnya. Pelaku bisnis perlu untuk memanfaatkan olahraga menjadi platform dalam meningkatkan nilai bisnis dan dampak sosial,” ujarnya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved