Piala AFF 2010

Lindungi Indonesia dari Godaan Nurdin yang Terkutuk

Penolakan atas kepemimpinan Nurdin Halid di Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), semakin bermunculan.

Lindungi Indonesia dari Godaan Nurdin yang Terkutuk
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Spanduk hujatan terhadap Ketua Umum PSSI Nurdin Halid saat Indonesia melumat Laos 6-0 pada Piala AFF 2010 yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (4/12/2010)
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penolakan atas kepemimpinan Nurdin Halid di persepakbolaan Indonesia terus bermunculan. Setelah sebelumnya terpampang besar spanduk yang menyatakan dukungan kepada Nurdin Halid di Stadion Gelora Bung Karno, kini muncul spanduk tandingan.

Sebelumnya, akibat menolak spanduk dukungan untuk Nurdin Halid, penonton Piala AFF 2010 merobek spanduk dukungan tersebut. Hal itu dilakukan saat pertandingan Indonesia vs Malaysia Rabu (1/12/2010) lalu.

Saat tim asuhan Alfred Riedl bermain melawan Laos, Sabtu (4/12/2010) ini, sebagai tandingan spanduk dukungan terhadap Nurdin, pendukung fanatik tim Merah Putih menggantinya dengan spanduk berwarna merah menjuntai ke bawah. Spanduk itu bertuliskan "Lindungi Indonesia dari Godaan Nurdin yang Terkutuk".

Dalam pertandingan yang dimenangkan Indonesia dengan skor telak 6-0 itu, teriakan "Nurdin Turun, Nurdin Turun!" juga membahana di stadion kebanggan Indonesia berkapasitas 100.000 penonton tersebut.

Siapa Nurdin?
Siapakah Nurdin Halid? Dan apa yang membuat suporter sepakbola Indonesia serentak meneriakkan dirinya untuk turun dari jabatannya, bahkan memasang spanduk besar atas penolakannya?

Pria kelahiran Makassar ini menjabat sebagai Ketua Umum PSSI sejak tahun 2003, menggantikan Agum Gumelar. Kontroversi dirinya bermula ketika ia terjerat  kasus korupsi gula dan beras impor tahun 2004 silam, setahun setelah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI.

Saat itu, dirinya mendekam di balik jeruji besi selama dua tahun dan terkena denda uang sebesar 30 miliar rupiah. Namun, ia tetap bertahan sebagai Ketua Umum PSSI, menggunakan hak prerogatifnya.

Setelah bebas, ia kembali terlibat beberapa kasus korupsi, namun selalu lolos dari jeratan hukum. Sebut saja yang paling terkenal, kasus korupsi minyak goreng. Hal ini bahkan membuat Presiden FIFA. Sepp Blatter, gerah dan beberapa kali melayangkan perintah pada PSSI untuk mengganti ketua umumnya, karena sebuah organisasi sepakbola tidak bisa dipimpin oleh seseorang yang terjerat kasus, apalagi pernah menjadi tahanan.

Bahkan, FIFA telah mencoret nama Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI dari website resmi mereka. Namun Nurdin tidak bergeming dan menyatakan tidak akan mundur sebelum masa jabatan berakhir.

Ketika masa jabatannya berakhir tahun 2007 lalu, Nurdin kembali terpilih sebagai Ketua Umum PSSI untuk masa jabatan 2007-2011. Pemilihan ini kontroversial, karena melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), dimana dia menjadi calon tunggal dalam pemilihan tersebut.

Di bawah kepemimpinannya, persepakbolaan Indonesia mengalami berbagai gejolak, mulai dari sistem liga yang kerap berganti, keteledoran koordinasi dengan FIFA, hingga miskinnya prestasi timnas di kancah internasional.

Hal inilah tentunya yang membuat masyarakat penggila bola resah, dan puncaknya ketika Indonesia dipermalukan habis oleh Uruguay beberapa waktu lalu teriakan "Nurdin turun!" terdengar di sepanjang jalannya pertandingan. (*)

Editor: inject by pe77ow
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved