Liga Primer Indonesia

Tujuh Pemain Asing Perkuat Manado United

Setelah mendatangkan lima pemain asing dari daratan Amerika dan Afrika, Manado United mendatangkan dua pemain asing dari Korsel

Tujuh Pemain Asing Perkuat Manado United
TRIBUN MANADO/RIZKY
Manado United saat latihan di Stadion Klabat, Kamis (6/1/2011)
Laporan Wartawan Tribun Manado, Herviansyah
TRIBUNNEWS.COM, MANADO
- Persiapan Manado United (MU) dalam menghadapi Liga Premier Indonesia (LPI) nampaknya tidak main‑main . Setelah mendatangkan lima pemain asing dari daratan Amerika dan Afrika, saat ini tim kebanggaan masyarakat Manado tersebut kembali mendatangkan dua pemain asing dari Korea Selatan (Korsel).

"Saat ini kami kedatangan dua pemain asing lagi yang berasal dari Korea Selatan (Korsel), malam ini (kemarin) mereka datang ke Manado," kata  Pelatih Kepala MU Muhammad Zein Alhadad saat selesai sesi latihan MU di Stadion Klabat, Manado.

Alhadad menambahkan, dengan masuknya dua pemain asing lagi, diharapkan kesiapan MU menghadapi LPI semakin maksimal. Namun demikian diharapkan para pemain asing yang ada di Manado memiliki kemampuan di atas rata‑rata pemain lokal. Sebab kalau tidak pihaknya akan memilih pemain lokal saja.

Jika melihat dari segi kemampuan setelah melihat beberapa kali latihan terakhir, ia mengaku optimistis para pemain tersebut dapat memberikan yang lebih kepada Manado. Meskipun persiapan yang dilakukannya cukup minim, yaitu hanya tiga minggu saja, namun semakin hari para pemain semakin meningkat.

"Seperti latihan kali ini kami memberikan shadow game, karena memang ada pemain baru, dengan demikian kordinasi antar pemain akan semakin baik," ungkap Alhadad.

Lebih lanjut Alhadad menjelaskan dengan kedatangan dua pemain asing tersebut pihaknya belum dapat menargetkan apa‑apa dalam LPI nanti. "Yang pasti para pemain akan bermain semaksimal mungkin dalam LPI nanti," ujarnya.

Direktur MU Ronny Pangemanan membenarkan adanya kedatangan pemain Korea Selatan dari Busan FC, yaitu striker namanya Han Seoul dan stoper Kim Sang Mok. "Mereka nantinya akan memperkuat MU," ujarnya.

Sedangkan untuk bonus pemain Direktur yang akrab dipanggil Ropan ini mengaku setiap pemain jika menang bertandang akan diberikan bonus Rp 2 juta perpemain, sedangkan jika seri akan diberikan Rp 1 juta. Sedangkan untuk bermain dikandang  akan ditentukan kebijakan sendiri,  mungkin tidak jauh berbeda dengan yang ditandang. Karena jika dikandang peluang menangnya cukup besar.

"Namun yang terpenting adalah jika bertandang, karena untuk memotivasi pemain," katanya.

Namun demikian hal tersebut merupakan ketentuan dari LPI, bukan kebijakan dari MU. Oleh karena itu aturan tersebut berlaku bagi seluruh tim yang ikut LPI. Sedangkan untuk pemain asing bonus yang diberikan akan berbeda, ada ketentuan lagi yang mengaturnya, yaitu mereka dibayar bonus dengan menggunakan mata uang dolar. Yang jumlahnya ditentukan pula LPI. "Kami tidak mengetahui berapa jumlahnya, namun dibayar dengan dolar," ujar Ropan.

Begitu pula untuk sistem penggajiannya, juga dibayarkan oleh LPI, yang besarnya tiap pemain berbeda‑beda sesuai kontrak yang dibuat. Yang pasti pemain senior lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan junor. Hal ini karena dilihat dari pengalaman bertanding. "Uang tersebut langsung ditransfer ke tabungan para pemain, sedangkan MU hanya mengawasinya saja," tuturnya.

Jika ada gaji pemain yang belum dibayar, maka manejemen MU yang akan menelpon ke LPI menanyakannya. "Dengan sistem tersebut maka liga ini memang benar‑benar profesional, berbeda dengan liga lainnya dimana setiap tim mengelola anggarannya sendiri," katanya. (*)

Editor: Harismanto
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help