Sabtu, 22 November 2014
Tribun Superball

Kebijakan Baru PSSI Buat Klub Divisi Utama Pindah ke Amatir

Kamis, 4 Agustus 2011 01:10 WIB

Kebijakan Baru PSSI Buat Klub Divisi Utama Pindah ke Amatir
NET

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Persyaratan menjadi klub profesional cukup berat. Klub-klub yang bernaung di bawah PSSI harus memiliki aspek legal dalam bentuk badan usaha.

Bagi 44 klub yang berada di divisi utama, hal tersebut sangat memberatkan, sehingga dalam pertemuannya di Hotel Sahid, Jakarta, klub-klub yang berada di liga divisi utama akan beralih ke liga amatir bila tidak mampu memenuhi aspek legal yang disyaratkan PSSI untuk menjadi klub profesional. Batasan kata 'profesional' yang dimaksud ialah klub yang sumber dananya tak lagi menggunakan dana negara baik APBD atau APBN.

"Manakala tidak bisa memenuhi aspek legal, maka 44 klub yang ada di divisi utama sepakat untuk pindah di amatir. Karena dengan di amatir kita masih bisa menggunakan APBD," kata wakil ketua Persikabo, Zaenal Safrudin saat ditemui di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (3/8/2011).

Pada dasarnya, klub-klub yang berada di divisi utama setuju dengan adanya legalitas klub yang berlabel badan usaha. Tetapi hal tersebut, bagi klub-klub di divisi utama sangat sulit.

"Dengan waktu dua minggu ini rasanya kita akan kesulitan," ucapnya.

Keberatan klub-klub yang berada di divisi utama terletak pada dana deposit partisipasi senilai Rp 2 miliar ditambah budgeting cap sebesar Rp 8 miliar. Belum lagi mereka pun harus menyiapkan dana oprasional sehingga dalam satu musim pembiayaannya bisa mencapai Rp 15 miliar lebih.

"Jadi untuk yang Rp 2 miliar ini saya minta untuk dicarikan sponsornya oleh PSSI biar kita tidak terlalu berat," ungkapnya.

Kemudian gaji pemain lokal dibatasi per musimnya maksimal Rp 350 juta dengan kontrak minimal 3 tahun.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Hasiolan Eko P Gultom

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas