Sabtu, 20 Desember 2014
Tribun Superball

Inilah Lima Gol yang Tak Pernah Dianggap (Video)

Jumat, 16 Maret 2012 00:01 WIB

Inilah Lima Gol yang Tak Pernah Dianggap (Video)
Getty Images
Gol Sulley Muntary yang tak dianggap.

TRIBUNNEWS.COM - Penerapan teknologi garis gawang sudah didesak beberapa kalangan. Penyebabnya, banyak gol yang tak dianggap wasit.

Berikut, lima gol yang tak pernah dianggap oleh wasit.

1. Virginio De Paoli (Lazio 0-0 Juventus, Serie A, 1966-67)

Ini adalah contoh paling klasik dari gol yang tak dianggap. Januari 1967, saat itu Juventus sedang bertarung untuk perebutan gelar serie A. Juventus bertandang ke kandang Lazio. Pertandingan dipimpin wasit Bruno de Marchi.
Ceritanya, pemain Juventus Gigi De Paoli menendang bola ke gawang. Bola sudah melewati garis gawang tapi memantul keluar lagi setelah menghantam net. Wasit De Marchi tak menyadari bahwa sudah terjadi gol. Ia pun tak meniup peluitnya dan pertandingan terus berlangsung. Pemain Juventus sempat protes.

Kemudian hari De Marchi memberikan penjelasan. "Saat itu hujan salju, hari yang dingin. Lapangan membeku dan net jala gawang juga. Net yang membeku itu menyesatkan saya, saya kira bola tendangan De Paoli itu membentur mistar, ternyata jala gawang," aku De Marchi.

Insiden itu tak begitu merugikan Juventus. Hasil pertandingan seri 0-0 dan Juventus tetap berhak sebagai juara dengan satu poin.

Lihat Video: http://www.youtube.com/watch?v=xO7TjTGmU1k

2. Michel (Spanyol 0-1 Brasil, Penyisihan Grup Piala Dunia 1986)

Brasil melawan Spanyol. Pada menit ke-55, pemain Spanyol yang bermain di Real Madrid, Michel berhasil menendang bola ke gawang. Bola tendangannya membentur mistar atas gawang tapi kemudian memantul dan melewati garis gawang sekitar delapan inci lalu keluar lagi. Wasit tak menganggap itu gol. Pemain Spanyol penuh semangat memrotes keputusan wasit. Tujuh menit kemudian pemain Brasil, Socrates mencetak gol tunggal di pertandingan itu.

Publik sepakbola marah atas insiden itu, meski Spanyol tetap lolos dari grup D sebagai runner up dari Brasil.

Lihat video: http://www.youtube.com/watch?v=ZUWGiyww3Vo

3. Jonathan Howard (Chesterfield 3-3 Middlesbrough, Semifinal Piala FA Cup 1996-97)

Klub divisi dua, Chesterfield bisa jadi tim pertama dari kasta ketiga yang maju ke final dan mungkin meraih piala FA jika satu golnya dianggap oleh wasit. Hasil seri 3-3 membuat mereka harus tersingkir dari Middlesbrough di babak semifinal.

Saat kedudukan 2-1, Jonathan Howard menendang bola ke gawang. Bola membentur mistar atas dan memantul melewati garis lalu memantul keluar lagi. Wasit memang meniup peluit, tapi bukan menyatakan gol, malah memberikan tendangan bebas untuk Middlesbrough.

Wasit David Elleray mengatakan, ia memang melihat bola melewati garis gawang, tapi ia menganggap Jonathan melakukan pelanggaran sebelum menendang bola. Dua menit dari itu, wasit malah memberikan dua kali penalti untuk The Boro, julukan Middlesbrough. The Boro lolos karena pertandingan sebelumnya menang 3-0.

Lihat video: http://www.youtube.com/watch?v=lVuMYS8AMVg&feature=related

4. Frank Lampard (Germany 4-1 Inggris, Piala Dunia 2010)

Ini adalah salah satu kejadian paling kontroversial di sejarah gelaran Piala Dunia. Saat itu Jerman unggul 2-0 melalui Miroslav Klose dan Lukas Podolski
sebelum akhirnya Matthew Upson membuat gol. Sebelum turun minum Frank Lampard menendang bola dan sebenarnya terjadi gol. Bola pantulan masuk ke gawang sejauh satu meter. Tapi wasit dan hakim garis tak melihatnya.

Ketika ditunjukkan replay di babak pertama, hakim garis asal Uruguay Mauricio Espinosa dilaporkan berseru: "Ya Tuhan". Metal tim Inggris hancur dan Jerman melanjutkan dua gol lagi di babak kedua.

Presiden FIFA Sepp Blatter meminta maaf kepada Inggris dan berjanji bakal membahas soal penerapan teknologi garis gawang.

Lihat video: http://www.youtube.com/watch?v=ox8DzROIZjc

5. Sulley Muntari (AC MILAN 1-1 Juventus, Serie A, 2011-12)

Pada bulan Februari di lanjutan Serie A. Dua raksasa AC Milan dan Juventus bertemu. Antonio Nocerino sudah membuka skor untuk Milan dan seharusnya gol Sulley Muntari bisa membuat skor jadi 2-0. Namun gol itu tak dianggap.
Sulley berhasil menembak bola melewati garis sebelum akhirnya bisa ditangkap Buffon. Sebenarnya wasit Paolo Tagliavento sudah ingin menyatakan bahwa itu gol, tapi dikabarkan hakim garis Roberto Romagnoli melalui alat komunikasi mengatakan bahwa itu belum gol.

Insiden ini memicu kemarahan di San Siro, dengan Wakil Presiden Milan Adriano Galliani melancarkan serangan verbal terhadap wasit."Mungkin mereka membuat kesalahan ketika menyusun lapangan," kata pelatih Milan Massimiliano Allegri. "Mungkin garis gawang agak terlalu tebal."

Buffon mengatakan, "Saya tidak menyatakan apa-apa ke wasit." Komentar memicu kemarahan, tapi kiper itu tetap melanjutkan, ".. Saya tidak harus membela diri. Orang bisa menulis apa yang mereka inginkan."

Lihat video: http://www.youtube.com/watch?v=wCVexrXLriI

Sumber:ESPN.com

Editor: Prawira Maulana

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas