Pahlawan Sepakbola Itu Minta Salep Sebelum Meninggal

Ribut juga merupakan pemain terbaik yang turut membawa PSIS Semarang menjadi juara pertama liga perserikatan di tahun yang sama.

Pahlawan Sepakbola Itu Minta Salep Sebelum Meninggal
TRIBUN JOGJA/Bakti Buwono Budiastyo
Ribut Waidi, di sebelah kiri kiper.

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Dulu, ada sebuah patung pesepakbola sedang menggiring bola, berdiri kokoh di Jalan Karangrejo di pertigaan Jatingaleh, Semarang, Jawa Tengah, yang mengarah ke Stadion Jati Diri.

Warga Semarang kerap menyebut patung itu sebagai patung Ribut Waidi, pencetak gol semata wayang di final SEA Games 1987, yang membawa Indonesia juara untuk kali pertama di ajang itu.

Namun, sejak 2008, patung pemain bola berambut ikal roboh dan tinggal kenangan. Kini, bukan hanya patungnya, sosok asli Ribut Waidi pun telah tutup usia pada Minggu (3/6/2012) sekitar pukul 05.30 WIB, di Rumah Sakit Tugurejo, Semarang.

Foto-foto masa keemasan Ribut Waidi saat membela tim nasional dan PSIS Semarang, dipasang di ruang tamu rumah legenda sepakbola, di Jalan Wahyu Asri Dalam IV B No 70, Ngaliyan, Semarang.

Foto saat bersama PSIS, bersalaman dengan Presiden Soeharto, serta bersama Timnas Indonesia, seolah menjadi lambang kebanggaan keluarga Ribut.

Berbanding terbalik dengan sosok dalam foto yang penuh senyum, suasana rumah mantan pemain timnas bernomor punggung 10, pecah oleh suara isak tangis istri almarhum, Nunik, di depan jenazah Ribut Waidi yang meninggal karena serangan jantung.

Tiga anaknya pun tidak kalah histeris dengan sang ibu. Anak pertama Widi, Nick Prakosa (25), tak kuasa menahan tangis. Begitu pula dua adiknya, Varadini Ribut Waidi (20) dan Sonia Ribut Waidi (15).

Ribut Waidi adalah seorang legenda sepakbola Indonesia. Pria kelahiran  Trangkil, Pati, Jawa Tengah pada 5 Desember 1962, adalah pencetak satu-satunya gol penentu kemenangan Indonesia atas Malaysia pada SEA Games 1987.

Ribut membobol gawang Malaysia setelah mengecoh dan melewati barisan pertahanan negeri Upin-Ipin. Gol di perpanjangan waktu pertama itulah yang membawa Indonesia merebut emas pertama dalam pertandingan sepakbola antara negara sejak 1977.

Ribut juga merupakan pemain terbaik yang turut membawa PSIS Semarang menjadi juara pertama liga perserikatan di tahun yang sama.

Halaman
123
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
klasemen
Tim P M M S K
36151203
32151023
32151023
2815843
2815843
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help