• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribun Superball

Joint Committee tak Berhak Tentukan Klub ke LC Asia

Rabu, 18 Juli 2012 08:34 WIB
Joint Committee tak Berhak Tentukan Klub ke LC Asia
TRIBUNNEWS.COM/NICOLAS TIMOTHY
Todung Mulya Lubis.

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Joint Committee Todung Mulya Lubis dengan tegas menolak anggapan menjadi pihak yang berwenang untuk menentukan wakil Indonesia di Liga Champions (LC) Asia.

Dualisme kompetisi yang ada di Indonesia membuat klub juara Indonesia Premier League (IPL) Semen Padang dan Indonesia Super League (ISL) Sriwijaya FC memiliki peluang yang sama untuk mewakili Indonesia berlaga di liga antar juara klub se-wilayah Asia.

Joint Committee adalah lembaga yang dibentuk untuk menjalankan MoU yang dibuat 7 Juni 2012 di Kuala Lumpur, Malaysia, antara dua pihak yang bertikai yaitu Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

MoU tersebut berisikan tentang 5 pokok pembahasan, terkait Liga Profesional, Pengembalian empat anggota Exco, Revisi Statuta PSSI, Asosiasi, dan Persiapan kongres PSSI.

Mengenai organisasi KPSI dan PSSI, Joint Committee tidak memiliki dampak apapun terhadap kedua induk sepakbola di Indonesia tersebut. Begitu pula dengan pemilihan klub mana yang ditunjuk untuk membela Indonesia berlaga di Liga Champions Asia.

"Joint Committee hanya melakukan rapat membahas isi yang telah dicantumkan dalam MoU, tetapi tidak memiliki dampak apapun terhadap KPSI ataupun PSSI. Joint Committee tidak berwenang untuk menunjuk klub yang akan berlaga di Liga Champions Asia,"katanya saat dihubungi via telepon Selasa (17/7/2012).

Pernyataan dari Ketua Joint Committee ini sekaligus menolak anggapan dari masyarakat yang berharap kepada Joint Committee untuk dapat memutuskan siapa klub yang berhak mewakili Indonesia di Liga Champions Asia.

Baca juga:

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Toni Bramantoro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
7 KOMENTAR
735031 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Ahmad Afandi-Jumat, 20 Juli 2012 Laporkan
    yaaah namanya juga djohar, dia sebenarnya dah gak ada yg dukung, rakyat indonesia juga sangat menyesalinya karena kebijakannya yg gak populer. tapi sy yakin suatu saat dia pasti mundur, karena kebenaran berada di atas segalanya
  • deddy mulyana-Kamis, 19 Juli 2012 Laporkan
    kalo nggak ada untungya JC,buat apa ada JC.... heran,apa semuanya sudah buta
  • aremania-Rabu, 18 Juli 2012 Laporkan
    “Putusan tanding ulang ini
    pun juga kontroversi sebab
    sebleumnya wasit Mukhlis
    sudah menyatakan kita
    menang WO, tapi kemudian
    LPSI menyatakan
    pertandingan ditunda. Kita
    bingung juga dengan kinerja
    mereka (LPIS). sebagai
    penyelenggara liga, menu
  • johar -Rabu, 18 Juli 2012 Laporkan
    Bubar kan saja kalo JC tidak ada dampaknya Hancurkan sepak bola negeri ini ...
  • revi-Rabu, 18 Juli 2012 Laporkan
    Pernyatan ketum PSSI,ketika
    mrima menpora,bsa saja nti
    juara IPL diadu lwan Juara
    ISL,untuk mewakili
    indonesia,di pentas
    internasional,knpa skg
    berlawanan stlah FIFA
    mengambil alih,seakan2 IPL
    mrasa pling benar pling
    pantas mwakili INA.klu
    diadu
  • Bagas Koro-Rabu, 18 Juli 2012 Laporkan
    Hahahaaaa..sabar Kang.. Ikuti aja permainan nan cantik ... hilangkan ego...patuhi aturan AFC/FIFA...ga usah neko-neko ikut orang yang punya kepentingan lain selain sepak bola..ikuti orang yang emang orang bola bukan orang yg tiba-tiba ngaku orang bola..ma
  • BonexVIKING-Rabu, 18 Juli 2012 Laporkan
    buat apa JC klo g ada dmpaknya??lanjutkn kisruh aja klo PSSI g mau bagi otoritas dg KPSI,.giliran ancaman sanksi FiFA brlalu krn ada MOU,Djohar mulai smena2 lgi
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas