• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 1 Oktober 2014
Tribun Superball

Ketua Umum PSMS Versi Muslub Tidak Diakui Manajemen Lama

Selasa, 31 Juli 2012 03:36 WIB
Ketua Umum PSMS Versi Muslub Tidak Diakui Manajemen Lama
NET
Logo PSMS

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Terpilihnya Indra Sakti Harahap sebagai Ketua Umum PSMS Medan dalam Musyawarah Luar Biasa (Muslub), mendapat respons keras dari pengurus harian PSMS Medan.

Manajer Tim PSMS Medan Benny Tomasoa mengatakan, segelintir oknum yang mengatasnamakan forum penyelamat PSMS Medan, telah melakukan kudeta terhadap pengurus harian yang belum berakhir masa tugasnya.

"Saya pikir seperti itu. Mereka melakukan kudeta pada kami. Masa tugas manajemen lama kan belum berakhir. Belum ada rapat pertanggungjawabannya. Biar masyarakat yang menilai. Kawan-kawan pers juga bisa menilai. Sekarang, semua tahu siapa yang berambisi, bukan begitu mekanisme berorganisasi," katanya dalam konferensi pers di Gedung PSMS, kawasan Stadion Kebun Bunga, Medan, Sumatera Utara, Senin (30/7/2012) sore.

Dikemukakan Bento, sapaan akrab Benny Tomasoa, manajemen PSMS musim lalu sebenarnya mendukung siapa saja yang akan menjadi ketua umum PSMS periode mendatang.

Namun, yang menjadi pertanyaan, segelintir oknum telah merampas kepengurusan tanpa legalitas yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Martius itu siapa? Pengurus bola? Kok, tiba-tiba jadi pengurus klub? Legalitasnya harus dipertanyakan, jangan jadi oportunis," ujar Benny seraya menambahkan, masalah di tubuh PSMS jangan dikaitkan dengan politik.

"Kami banyak orang politik, tapi perlu dicatat, tidak ada kepentingan politik saat kami mengurus PSMS Medan. Kami tidak bicara partai di sini. Artinya apa, kalau ada ketum baru, harus melalui mekanisme yang jelas. Kalau memang ingin mengelar musdalub, seharusnya pengurus harian yang mengelar. Kalau tidak, ini sama saja kudeta," tuturnya.

Apakah dengan demikian manajemen lama tidak mengakui Indra Sakti sebagai ketua umum PSMS?
"Tentu saja kami tidak mengakui. Kami harus mempertahankan diri. Pokoknya, saya pribadi menganggap itu tidak resmi, karena PSSI Pengrov Sumut saja tidak diundang, pengcab apalagi. Ini sudah bukan zamannya preman-premanan," cetus Bento.

Terkait upaya 'kudeta', Bento menyatakan pihaknya akan bertindak tegas. Sejauh ini, ia  belum mau mengungkap apa bentuk tindakan itu. Namun, kemungkinan berupa tuntutan hukum.

Bukan hanya pengurus harian PSMS yang merasa muslub tidak resmi. Halim Panggabean, Sekretaris Klub Putra Buana yang termasuk anggota 40 klub PSMS, pihaknya tidak pernah memberi mandat untuk memilih ketua umum.

"Kami pengurus Putra Buana tidak pernah hadir di sana. Ketua kami Pak Isman Nuriadi juga sedang di luar kota. Jadi, kami tidak tahu siapa yang hadir di sana mengatasnamakan Putra Buana," paparnya. (*)

BACA JUGA

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
779231 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas