• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 22 Agustus 2014
Tribun Superball
ISL

Evaluasi Arema ISL Terganggu Pemain Asing

Minggu, 5 Agustus 2012 00:14 WIB
Evaluasi Arema ISL Terganggu Pemain Asing
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Striker Arema MAlang Dzumafo Herman dijaga ketat oleh tiga Pemain PSPS Pekanbaru pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI), Rabu (2/5) di Stadion Sport Center Taluk Kuantan. PSPS Pekanbaru berhasil mengalahkan Arema Malang dengan skor tipis 1-0. (Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir)

laporan wartawan Surya, Irwan Syairwan

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Tertundanya pengumuman evaluasi pemain Arema LSI yang sedianya dilakukan hari ini, Sabtu (4/8/2012) menjadi minggu depan ditengarai karena adanya ketidaksepakatan kontrak antara manajemen dengan legiun asing yang membela Singo Edan.

Meski enggan memberi keterangan secara lugas, Media Officer Arema, Sudarmaji, hanya mengatakan manajemen masih belum menemukan komposisi yang pas untuk tim.

Namun begitu, di kalangan wartawan beredar kabar jika manajemen belum menemukan titik temu mengenai pembicaraan kontrak pemain asing. Terutama pembicaraan mengenai perpanjangan kontrak sang kapten, Herman Dzumafo Epandi yang masih deadlock, karena penyerang asal Kamerun ini meminta nilai kontrak sebesar Rp 1,5 miliar sementara manajemen hanya menyanggupi Rp 1,1 miliar.

Ketika dikonfirmasi, Sudarmaji tidak membantah namun juga tidak menyangkal. Sudarmaji hanya menegaskan manajemen masih belum bisa menemukan komposisi yang pas terutama di lini depan dan tengah Arema.

“Mengenai itu (belum ada titik temu dengan Dzumafo) kami belum bisa membeberkannya. Tapi yang jelas, kami memang belum sepakat mengenai komposisi tim yang salah satunya di lini depan. Dan juga kami tidak ingin jor-jor-an untuk urusan rekrut pemain. Kalau ada yang lebih bagus dan murah, tentu kami jatuhkan opsi merekrut pemain itu. Hal inilah yang jadi bahasan saat ini, menyaring kualitas dan harga pemain,” kata Sudarmaji, Sabtu (4/8/2012).

Mengenai nasib legiun asing, Sudarmaji menuturkan semuanya mempunyai peluang. “Dalam arti berpeluang tetap bertahan atau kami lepas. Indikatornya ada ddua, kontribusi dan harga,” tukasnya.

Editor: Ravianto
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
796022 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas