• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Tribun Superball

Bandung Raya Beli Saham Pelita Jaya

Sabtu, 27 Oktober 2012 00:44 WIB
Bandung Raya Beli Saham Pelita Jaya
NET

TRIBUNNEWS.COM,BANDUNG-- Tim Divisi III PSSI Bandung Raya mengakuisisi PT Pelita Jaya Cronus sebagai pemilik klub Indonesia Super League (ISL) Pelita Jaya untuk berlaga di kompetisi kasta tertinggi tersebut untuk musim kompetisi 2012/2013.

Kedua belah pihak melakukan penandatanganan kerja sama tersebut, di Hotel Grand Mahakam, Blok M, Jakarta, Rabu (24/10) malam.

Penjualan saham Pelita Jaya itu terjadi karena Pelita Jaya batal merger dengan Arema Indonesia. Alih-alih batal merger, Pelita Jaya justru memutuskan membeli 100 persen saham Arema dari PT Arema Indonesia.

Menurut CEO Nirwana Pelita Jaya, Iwan Budianto, setelah akuisisi Arema, pihaknya harus melepaskan hak kepemilikan Pelita Jaya. Sebab, sesuai aturan FIFA, tidak boleh satu badan hukum atau usaha membawahkan dua klub yang berada di kompetisi yang sama. Dalam konteks ini, Pelita dan Arema sama-sama berkompetisi di Indonesia Super League (ISL).

"Dengan demikian, kami harus melepas 100 persen saham Pelita kepada PT Kreasi Perfoma Pasundan yang menaungi Klub Divisi III Bandung Raya yang bermarkas di Bandung," ujarnya, Iwan, Kamis (25/10).

Dalam akuisisi itu, Bandung Raya hanya membeli nama Pelita Jaya saja agar bisa tampil di ISL musim ini. Jadi pemain, manajemen, termasuk POR Pelita tetap menjadi milik PT Pelita Jaya Cronus.

Presiden Direktur Retower Asia, Ari D. Sutedi selaku pemilik klub Bandung Raya menuturkan akuisisi dengan Pelita Jaya ini agar untuk memudahkan mereka menjalankan program untuk membentuk klub yang sehat secara keseluruhan.

"Motivasi kami sejak awal adalah untuk membangkitkan sepak bola nasional dengan mengutamakan "sport science". Untuk itu kami membutuhkan klub yang solid secara legitimasi untuk membangun itu semua," ucapnya.

Pelita dinilai Ari, sebagai klub yang cocok karena secara legitimasi sudah solid, jika dibandingkan dengan klub-klub ISL lainnya yang lebih jelas secara status maupun kepemilikan. Salah satu syarat dari kerja sama tersebut yang diajukan kedua belah pihak yakni, harus berkandang di Kota Bandung dan tidak boleh menghilangkannama Pelita.

"Nama baru mungkin mendekati waktu kompetisi ISL baru akan kami launching di Bandung," kata Ari.

Rencana untuk melakukan kolaborasi dengan klub dari level kompetisi lebih di atas, Divisi Utama (DU) atau ISL sebenarnya sudah cukup lama direncanakan oleh Bandung Raya.

Awalnya, ada dua tim yang diincar mereka, yakni Persikab dan Persikasi. Namun karena secara peluang bisnis, Ari melihat ISL saat ini lebih kompeten dan profesional dalam manajemen Liga, maka pihaknya pun akhirnya mencari tim ISL.

Untuk musim depan, pihaknya pun mengaku telah menyiapkan tim dan kini sedang tahap pematangan. "Kami telah menyiapkan pelatih dari luar untuk memimpin tim ini. Pemilihan pemain kewenangannya diberikan kepada pelatih, dan saat ini daftar pemain pun telah dipersiapkan tinggal eksekusi pemainnya saja," tuturnya.

Karena berorientasi Jawa Barat, maka pihaknya akan memfokuskan diri untuk melakukan rekrutmen pemain dari Jawa Barat dan diutamakan adalah pemain muda. Begitu juga untuk stadion kandang mereka. Ada tiga stadion di dalam Bandung yang masuk dalam daftar calon homebase, yakni Stadion Gedebage, Siliwangi, dan Si Jalak Harupat.

"Untuk pendaftaran pemain masih ada 32 hari lagi untuk dilaporkan ke PT Liga Indonesia. Kemungkinan awal Desember skuad tim ini sudah lengkap. Ada beberapa pemain Pelita musim lalu yang masuk, tapi kami lebih mengutamakan pemain muda dari Jawa Barat. Sedangkan stadion kami masih akan meninjaunya kembali mana yang cocok," ujar Ari menambahkan.

Dihubungi secara terpisah, Manajer Persib Umuh Muchtar menyambut baik hadirnya kembali klub Bandung Raya, apalagi bisa langsung berlaga di ISL.

"Saya pikir itu bagus karena Jawa Barat akan memiliki banyak klub sepak bola profesional. Tapi jangan klub ecek-ecek yang baru muncul tapi kemudian kembali menghilang. Selain itu, perlu dipertimbangkan klub baru tersebut layak berada di ISL atau tidak," katanya ketika ditemui di kediamannya, Jumat (26/10).

Pada kesempatan yang sama, pelatih Persib Djadjang Nurdjaman menilai, kehadiran Bandung Raya akan menjadi saingan Persib jika sama-sama berlaga di ISL.

"Jika Bandung Raya bisa menunjukkan kualitas yang setara dengan klub-klub lainnya di ISL, pastinya akan jadi persaingan yang ketat. Apalagi dulu Persib dan Bandung Raya juga bersaing dengan sangat ketat," kata Djadjang.

Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1073872 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas