• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 20 Oktober 2014
Tribun Superball

Wigan Athletic vs Man United: Memori Buruk

Selasa, 1 Januari 2013 08:53 WIB
Wigan Athletic vs Man United: Memori Buruk
AFP/ANDREW YATES
Pemain belakang Manchester United asal Perancis, Patrice Evra (tengah) terjatuh saat berebut bola dengan gelandang West Bromwich Albion asal Inggris, George Thorne (kiri) dan gelandang asal Skotlandia, Graham Dorrans (kanan) dalam laga lanjutan Liga Inggris antara Manchester United melawan West Bromwich Albion di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Sabtu (29/12/2012). AFP PHOTO/ANDREW YATES

TRIBUNNEWS.COM - PEMUNCAK klasemen sementara Premier League Inggris, Manchester United membuka tahun baru 2013 dengan mengunjungi markas Wigan Athletic di DW Stadium, Selasa (1/1/2012). Bagi sebagian besar skuad Setan Merah, laga ini sangat penting dimenangkan untuk tetap menguasai puncak klasemen.

Tapi ada memori buruk dirasakan kapten United, Patrice Evra, pada musim lalu ketiga United berkunjung ke DW Stadium. Secara mengejutkan mereka pulang dari kandang The Latics tanpa sebiji pun poin. Kekalahan itu menjadi salah satu penyebab kegagalan United meraih gelar Liga Inggris musim lalu.

"Saya pikir kami harus menggunakan pengalaman buruk tahun lalu. Saya ingat kami kalah 1-0 di Wigan dan pulang dengan tangan kosong. Itu sungguh performa terburuk tapi tahun ini tidak ada alasan. Kami harus bermain sebagaimana United dan memastikan dapat tiga poin," tegas Evra dilansir The Sun.co.uk.

Kemenangan memang akan sangat berarti buat United yang saat ini sudah meninggalkan Manchester City tujuh poin. Lebih dari itu kepercayaan diri pasukan The Red Devils akan makin terjaga setelah belum terkalahkan dalam delapan pertandingan. Artinya usaha mereka untuk merebut gelar dari City makin besar.

Pasukan United saat ini tengah memiliki semangat membara untuk mendapatkan gelar juara Liga Inggris ke-20 pada Mei 2013 nanti. Motivasi itu semakin besar sebagai upaya untuk menghentikan langkah "tetangga berisik" yang pada tahun lalu menggondol supremasi tertinggi sepakbola Inggris.

Evra sendiri sebagai kapten United mengaku siap mengorbankan jiwa raganya untuk memberi kejayaan pada United. Pengorbanan pemain yang berposisi di bek sayap itu ditunjukkan dengan kesiapannya main di setiap pertandingan. Dia menilai dirinya tidak membutuhkan istirahat agar bugar dalam setiap pertandingan.

"Saya beruntung dapat memainkan banyak pertandingan. Sampai saya tidak dapat berlari, saya akan terus meminta untuk bermain. Saya akan istirahat ketika saya pensiun. Itulah nama permainan saya," ujar Pemain asal Perancis ini.

Seperti yang diketahui, Evra disebut sebagai pejuang oleh pelatih Sir Alex Ferguson karena staminanya yang sangat luar biasa. Meski telah berusia lanjut, Evra tetap mampu tampil dengan mobilitas tinggi. Sesuai dengan posisinya, Evra pemain yang tidak hanya solid dalam bertahan tapi juga rajin membantu lini serang.

Tugas ganda yang diperankan itu membuat Evra harus sering berlari dari lini belakang ke depan dengan daya jelajah tinggi. Untuk ukuran pemain yang tidak memiliki stamina prima, sangat sulit meniru apa yang telah dilakukan Evra.
Pada sisi lain, tuan rumah Wigan masih belum menunjukkan performa meyakinkan meski tampil di kandang sendiri. Pasukan Roberto Martinez baru dua kali memberi hadiah dua kali kemenangan kepada para penggemarnya saat mentas di kandang sendiri.

Tapi jangan anggap remeh dulu Wigan. Mereka di laga terakhir menghancurkan Aston Villa dengan skor telak 3-0. Adalah penyerang Shaun Maloney yang jadi aktor kemenangan itu. Martinez mengaku terkesan dengan performa Maloney saat mengalahkan Aston Villa.

Maloney, yang menghabiskan 18 bulan di Villa Park, tampil impresif dalam membantu timnya meraih kemenangan dengan skor 3-0 atas skuat asuhan Paul Lambert.

"Shaun Maloney adalah salah satu pemain paling berbakat yang dapat Anda lihat di liga ini. Dia memiliki mata yang bagus dalam memberi umpan tetapi selain itu, ia juga telah mencapai level yang berbeda," puji Martinez.

Sang pelatih menambahkan, musim ini adalah refleksi apa yang Maloney lakukan musim lalu. Dia berharap aset termahalnya itu mendapatkan pengakuan karena layak mendapatkan apresiasi. Jadi jangan gegabah dulu United! Terutama bagi Evra yang harus menjaga ketat Maloney jika tak ingin kembali pulang dengan tangan hampa.

Penulis: Husein Sanusi
Editor: Ade Mayasanto
0 KOMENTAR
1272681 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas