Minggu, 1 Februari 2015
Tribun Superball

Meski Gaji Macet, Pemain Asing Tetap Berebut Main di Indonesia

Jumat, 1 Maret 2013 17:30 WIB

Meski Gaji Macet, Pemain Asing Tetap Berebut Main di Indonesia
TRIBUN JOGJA/Ikrob Didik Irawan
Sejumlah teman menangis tersedu-sedu saat memberikan penghormatan terakhir bagi mantan striker Persis Solo PT LI, Diego Mendieta yang meninggal karena sakit, Rabu (5/12/2012). Jenazah Diego disemayamkan di rumah duka Tiong Ting di Jalan Kolonel Sutarto, Jebres, Solo sebelum diberangkatkan ke Paraguay. TRIBUN JOGJA/Ikrob Didik Irawan

Laporan Wartawan Surya, Aji Bramastra

TRIBUNNEWS.COM – Banyaknya kasus gaji macet sebenarnya bukanlah masalah bagi para pemain maupun pelatih asing di Indonesia. Soal pendapatan dan uang yang diterima, jelas jadi alasan utama mengapa para pemain asing sampai tergiur bermain di Indonesia.

Semasa hidupnya, mendiang Miroslav Janu (pelatih asing yang malang-melintang di kompetisi Indonesia), pernah mengatakan para orang asing seperti dirinya, rela bekerja jauh dari kampung halaman dan keluarga, tentu juga karena keuntungan soal finansial.

Janu mengatakan, standar bayaran yang ditawarkan di Indonesia sebetulnya sama saja dengan bayaran yang diterima para pemain asing di negara mereka masing-masing.

“Bedanya di Indonesia mereka bisa saving lebih besar karena living cost lebih rendah, dan urusan pajak. Di beberapa negara Eropa, pajak pemain bola sangat besar. Bisa lebih dari separo gaji mereka. Di Indonesia kan tidak besar, jadi mereka bisa menabung dari situ,” kata Janu, dalam sebuah obrolan di penghujung 2012.

Editor: Dodi Esvandi
Sumber: Surya
KOMENTAR ANDA
Klasemen
Tim P M M S K
149201541
243211272
336201064
434201046
534208102
Tim P M M S K
151201703
247201523
347211524
441201253
539191234
Tim P M M S K
148221534
247231526
347231382
440221174
539221165
Tim P M M S K
Timur
143201442
239201091
337201145
42820848
52520749
Barat
146201442
241201253
338201154
435201055
53420974

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas