Rabu, 27 Mei 2015
Tribun Superball

Meski Gaji Macet, Pemain Asing Tetap Berebut Main di Indonesia

Jumat, 1 Maret 2013 17:30 WIB

Meski Gaji Macet, Pemain Asing Tetap Berebut Main di Indonesia
TRIBUN JOGJA/Ikrob Didik Irawan
Sejumlah teman menangis tersedu-sedu saat memberikan penghormatan terakhir bagi mantan striker Persis Solo PT LI, Diego Mendieta yang meninggal karena sakit, Rabu (5/12/2012). Jenazah Diego disemayamkan di rumah duka Tiong Ting di Jalan Kolonel Sutarto, Jebres, Solo sebelum diberangkatkan ke Paraguay. TRIBUN JOGJA/Ikrob Didik Irawan

Laporan Wartawan Surya, Aji Bramastra

TRIBUNNEWS.COM – Banyaknya kasus gaji macet sebenarnya bukanlah masalah bagi para pemain maupun pelatih asing di Indonesia. Soal pendapatan dan uang yang diterima, jelas jadi alasan utama mengapa para pemain asing sampai tergiur bermain di Indonesia.

Semasa hidupnya, mendiang Miroslav Janu (pelatih asing yang malang-melintang di kompetisi Indonesia), pernah mengatakan para orang asing seperti dirinya, rela bekerja jauh dari kampung halaman dan keluarga, tentu juga karena keuntungan soal finansial.

Janu mengatakan, standar bayaran yang ditawarkan di Indonesia sebetulnya sama saja dengan bayaran yang diterima para pemain asing di negara mereka masing-masing.

“Bedanya di Indonesia mereka bisa saving lebih besar karena living cost lebih rendah, dan urusan pajak. Di beberapa negara Eropa, pajak pemain bola sangat besar. Bisa lebih dari separo gaji mereka. Di Indonesia kan tidak besar, jadi mereka bisa menabung dari situ,” kata Janu, dalam sebuah obrolan di penghujung 2012.

Editor: Dodi Esvandi
Sumber: Surya
KOMENTAR
Klasemen
Tim P M M S K
187382693
279382477
375382297
4703820108
5643819712
Tim P M M S K
186372683
2703719135
3663720611
4633718910
56137171010
Tim P M M S K
194383044
292383026
378382396
4773822115
576382378
Tim P M M S K
1833824113
275382297
3713820117
4693821611
5693819127
Tim P M M S K
193300
262200
362200
442110
542110
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas