• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribun Superball

PSMS Coret Separuh Pemain

Senin, 1 April 2013 03:35 WIB
PSMS Coret Separuh Pemain
net
Logo PSMS

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -- PSMS Medan versi PT Liga Indonesia (LI)  mengakhiri kompetisi divisi utama dengan nangkring di peringkat ke empat. Mengemas enam poin dari sekali menang, sekali kalah dan sisanya berakhir imbang dari total lima lakon laga liga. Satu-satunya kemenangan adalah kala bersua PS Bengkulu dengan skor telak 4-1 di duel pembuka liga.

Setelah itu pasukan Ayam Kinantan  dilibas tim promosi PS Bangka empat gol tanpa balas. Ditahan imbang Persih Tembilahan dan Persisko. Sialnya, hasil buruk ini didulang di rumah sendiri, Stadion Baharoeddin, Lubukpakam, Deliserdang. Satu partai tandang di putaran pertama berhasil mengimbangi PSAP Sigli 2-2. Bila ada secuil faktor yang bisa dibanggakan, itu adalah produktivitas gol tersebur di Grup I dengan setoran tujuh gol.

Evaluasi formal memang belum dilakukan, namun kebijakan untuk mencoret pemain sudah mencuat. Satu langkah ideal yang lazim ditempuh klub-klub saat memasuki fase berikutnya, putaran kedua. Namun, kebijakan ini menjadi naif tatkala hak-hak dasar pemain berupa gaji belum juga terlunaskan.
Seyogianya, rapat evaluasi antara pengurus, manajemen tim dan tim pelatih sudah dihelat pada Jumat (29/3/2013) lalu. Namun, rapat ini batal tanpa alasan yang jelas.

Manajer Tim, Sarwono mengatakan separuh dari total 29 pemain akan dicoret. Begitupun, ia enggan membeberkan secar rinci nama-nama pemain karena rapat evaluasi belum digelar. Hal ini merujuk pada setoran hasil evaluasi tim dari tim pelatih. "Berdasarkan hasil evaluasi, kemungkinan ada pencoretan pemain hampir separuh. Hak-hak mereka akan dilunasi lebih dulu, tapi caranya bertahap," katanya saat ditemui Tribun di Mes Kebun Bunga Jl Candi Borobudur, Medan beberapa waktu lalu.

Sarwono mengatakan mereka yang didepak adalah pemain yang minim memberikan kontribusi di putaran pertama. Selaras dengan itu pula muncul kebijakan untuk merekrut pemain baru guna meningkatkan level prestasi di akhir kompetisi. Trio Paraguay yakni Alberto Sosa Morel, Edgar Rolon Dacak, dan Moises Maldonando juga tidak luput dari evaluasi.

"Kita nantinya pakai sistem tunjuk aja, karena tidak ada waktu untuk seleksi. Soal pemain asing kemungkinan ada satu yang dicoret. Hasil evaluasi ini tinggal persetujuan ketua umum. Sebab pencoretan dan perekrutan berhubungan dengan kondisi keuangan," ucapnya.

Pelatih kepala, Suimin Diharja mengatakan evaluasi tak hanya menyasar pada kualitas teknik tetapi mencakup keseluruhan. Ia menunjuk lini depan sebagai pos yang paling rawan. "Secara skill pemain depan sudah bisa diplot di posisi tersebut, tapi mereka belum memiliki naluri pembunuh," katanya.

Suimin menyebutkan, beberapa striker punggawanya sudah memiliki naluri tersebut, hal itu terbukti dari gol-gol yang tercipta dalam setiap laga. "Kalau Riko  Simanjutak dan Safrizal Irfandi kan sudah terbukti, kalau Affandi dan Rinaldo harus diasah lagi,"katanya.

Lalu bagaimana dengan Alberto Sosa Morel? Suimin menilai Beto sapaan akrab Alberto belum menunjukkan kelasnya dalam laga. Padahal saat mengikuti seleksi ia tersebut berhasil menyumbangkan sejumlah gol. "Semuanya tergantung dari manajemen,"katanya.

Suimin pun tidak bisa menjelaskan dropnya kualitas Beto. "Mungkin ada hubungannya dengan psikologis, tapi abang tidak bisa menjelaskan karena bukan psikolog, dia ada sih komplain soal fasilitas seperti tempat tidur makan juga,"kata Suimin.

Pria berjuluk Pelatih Kampung tersebut tidak ingin membebani pengurus. "Semua tergantung pengurus, kalau ada uang ya cari pemain  asing lain," ucapnya mengakhiri. (Tribun Medan/raf)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1615431 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas